Halloween party ideas 2015


Oleh: Ardhy Murib**

Persatuan Nasional.

 Kini tidak ada jalan lain selain bangsa yang tertindas bersatu, jika benar-benar rakyat bersatu dari kesadaran maka perlawanan sangat mudah untuk melawan dan  merebut kemerdekan atau kebebasan  dari tanggan penjajahan, sehingga kebutuhan mendasar adalah membutuhkan persatuan Nasional menjadi kebutuhan sangat penting untuk menjawab bagaimana untuk mengakhiri penderitaan yang di alami oleh rakyat bangsa West Papua. Dengan penderitaan itu, terlihat jelas  mulai dari beberapa puluhan tahun terakhir mengalami berbagai penderitaan dari kolonialisme melalui berbagai system-nya terhadap bangsa yang memperjuangkan hak kebebasan.

 Dengan konsep bahwa selalu dipertanyakan apabila jika bangsa atau rakyat tidak bersatu maka penderitaan tidak akan pernah berakhir dengan cepat mungkin, malah rakyat terus akan memperpanjangkan penderitaan karna dalam rakyat belum adanya persatuan Nasional itu sendiri, dan di samping itu pun, para pengguasa akan terus mengguasai bahkan melakukan pemusnahan etnis rakyat (Genocide) terjadi terhadap rakyat yang di jajah. Serta tidak hanya itu, berbagai sumber daya alam kekayaan pun akan terus beroperasi (ilegal eksploitasi) hingga mengerus sumber daya alam yang ada dari berbagai unsur (tanah, batu, pasir, hutan, emas, tembaga, nikel, uranium, batu nikel, dan lain-lain).

Maka rakyat atau bangsa yang tertindas tidak perlu berdiam diri di atas Negri-nya sendiri tanpa ada perlawanan dari rakyat. Jika rakyat terus diam maka hak-hak rakyat terus menerus akan di ambil dan di rampas oleh kaum pengguasa dan kaum penjajah juga; Jika diam dan menanggis tidak ada solusi maka dengan satu-satu-nya jalan adalah rakyat bersatu dan bertindak serta melawan maka ada solusi dan kebebasan atas bangsa-nya sendiri terikat pada pembebasan nasional yang di perjuangkan. Kekuatan dan kemenanggan ada pada rakyat itu sendiri bukan kepada siapa-siapa, dikarenakan keberadaan rakyat sendiri sehingga menumbuhkan  semangat perjuangan kemenangan menjadi milik rakyat bukan milik individu-individu dan kelompok-kelompok bahkan juga Faksi ini Faksi itu, bukan organisasi ini organisasi itu , dan tidak bisa mengharapkan orang lain selain rakyat bersatu dan melawan atas kebenaran sejati untuk penentuan nasib sendiri yang di perjuangkannya
Berkaitan dengan persatuan merupakan hal yang sangat  terpenting bagi rakyat untuk pada kebutuhan hari ini menuju bersatu dan melawan ketidak adilan di atas negri-nya sendiri sehingga menciptakan persatuan yang akan terlahir dan bangkit dari semangat perjuangan rakyat untuk melawan akar persoalan dari penindasan,pengisapan,pemerkosaan,pembunuan,perampasan penangkapan,pembantaian dan lain-lain. Dalam kebutuhan mendasar persatuan membutuhkan kekuatan untuk membangkitkan. Beberapa ulasan akan di bahas di bawa ini:

Kenapa Persatuan Nasional ini harus bangkit.

Karna dengan situasi dan kondisi Rakyat West Papua sendiri sangat rumit untuk menyelesaikan persoalan-persoalan penentuan nasib sendiri bahkan melihat dengan musuh atau penjajah yang berlipat ganda. Dengan kondisi seperti ini, merupakan rakyat Barat Papua membutuhkan dan memdorong persatuan nasional, sehingga tidak hanya terfokus pada organisasi atau kubu mana pun bahkan mengharapkan kepada ULMWP hingga PPB, karena wadah atau organisasi merupakan tempat sebagai jatih diri atau tempat sebagai menyimpan indentitas ; tetapi yang akan menyelesaikan persoalan di atas bumi Cendarawasih adalah ketika rakyat sendiri sadar dan bangkit maka dengan semua persoalan akan cepat selesai sesuai target dari perjuangan rakyat sendiri terlepas dari berbagai sudut pandangan yang berbeda melainkan bersatu. Sudut pandang untuk membangkitkan persatuan juga di ukur melalui pentingnya Persatuan di gagas secara konsistensi.

Kenapa Persatuan Nasional itu sangat penting.

Melihat musuh (penjajah) yang sangat kuat maka individu beserta rakyat sendiri tidak akan bisa melawan membutuhkan gagasan-gagasan, opini-opini yang melawan penjajah secara Praxis. Penjajah atau pengguasa akan terus melakukan keamauan dan keinginan para penguasa seperti, beroperasi (ilegal system) dan membuat berbagai cara untuk memusnahkan tuan tanah atau manusia (West Papua). Keberadaan penjajah atas Tanah bangsa West Papua tidak terlepas oleh kekuasaan penggawalan aparat militer (kolonial) NKRI  dan Kaum Penajajah (Kapitalis dan Imprealis) atas tanah West Papua itu sendiri.  Perlu mengagas juga bahwa bagaimana akan terus bangsa penjajah (Indonesia dan Bangsa Asing) menguasai dan meloloskan agenda eksploitasi atau merampas kekayaan alam di atas Negri West Papua? pertanyaan ini merupakan jawaban bersama antara Rakyat West Papua dan Rakyat Pendukung untuk pembebasan nasional  West Papua. Maka untuk melawan para kaum pengguasa dan kaum penjajah membutuhkan  kesadaran dan bersatu dalam melihat realita kondisi perjuangan rakyat bahwa, kita sadar akan penindasan yang dirasakan bersatu dan melawan penjajah merupakan konteks spontan dan spontanitas perjuangan untuk persatuan. Bagian terpenting kabutuhan mendasar dari perjuangan bersama rakyat adalah mengetahui berbagai persoalan penindasan yang merajalelah dan mewujudkan persatuan dalam satu wadah menyikapi persoalan Hak Penentunan Nasib sendiri.

Kerja Imperialisme dan Kapitalis yang sangat kuat menusuk hati rakyat (West Papua).

Dimana sumber daya alam terkaya disitulah dikuasai oleh para kaum imperialis dan kaum kapitalis mempunyai tingkatan yang disebut dengan penguasa yang dipolopori oleh negara-negara adhi kuasa seperti Amerika serikat(AS) dan Negara-Negara brojuis Barat yang mempunyai tingkatan penguasaan atas semua kekayaan alam dan tidak hanya itu namun mengguasai dunia seperti kekuasaan negara-negara atas West Papua melalui kolonial negara Indonesia. Sifat dari Kaum Kapitalis dan Kaum Imperialis tidak akan pernah berpikir atau berpandang untuk hidup serata dan tidak akan pernah meraskan baik dan buruk tetapi mempunyai niat untuk menghancurkan rakyat dan bangsa yang memperjuangkan sebuah penentuan nasib sendiri. Itu pun, dapat merasakan dan menyaksikan dengan mata sendiri bahwa para kaum pengguasa dan kaum penajajah telah mengguasai alam kekayaan terutama West Papua.  Bila terus mengguasai oleh kaum imperialisme dan kaum kapitalisme gejolak untuk sebuah pertanyaan yang perlu di bahas adalah kenapa rakyat atau tuan tanah harus bersatu untuk merebut sebuah kebebasan atas penentuan nasib sendiri dan melawan penajah itu?  dengan keteguhan kekuatan rakyat-lah yang mampu melawan para kaum pengguasa dan kaum penjajah serta para Elit-elit brojuis kapitalis yang didorong oleh imperialis.

Sehingga, persatuan dari rakyat sendiri merupakan kekuatan melawan terhadap kaum pengguasa dan kaum penjajah dengan itu perlu ada namanya pergerakan rakyat memupuk dan mendorong persatuan untuk melawan berbagai penindasan dengan kekuatan rakyat yang menuju persatuan nasional dan serta menghancurkan cara kerja kapitalis dan Imperialis .

Kenapa persatuan Nasional perlu didorong Untuk Rakyat West Papua

Dengan Persatuan Nasional akan ada kekuatan yang tidak bisa melawan dan dikalakan oleh siapapun,bahkan dari kaum penjajah dan kaum penguasaan manapun, karena semua kekuatan terlahir dari rakyat (akar rumput) yang menyatu dengan alam. Maka dari itu,  rakyat yang tertindas terus mendorong Persatuan Nasional dan melawan sampai titik penghabisan darah (revolusi baru) sehingga dengan persatuan rakyat mampu mengulingkan sifat kaum pengguasa dan sifat kaum penjajah dengan strategi perjuangan yang matang.  Itu merupakan dari kekuatan Persatuan Nasional dari rakyat dan melainkan Perjuangan tersebut juga akan menempu kebebasan yang seutuhnya.

Dengan Antusias bahwa seluruh rakyat perlu mendorong dan membangkitkan rakyat dalam Persatuan Nasional tersendiri bersatu bersama. Dan yang belum sadar dan masih mengharapkan pada organisasi tertentu atau fraksi mana  pun bahwa kemerdekaan tidak akan pernah datang bila rakyat terus mengharapkannya atau pun kepada orang lain yang berjuang.  Sebuah Perjuangan kemenangan ada pada rakyat bukan kepada rakyat yang mengharapkan organisasi ini organisasi itu, Faksi ini Faksi itu dan lebih bahaya nya lagi rakyat mengharapkan kepada PBB (perserikatan bangsa-bangsa) pun tidak akan pernah memberikan secara penuh atas hak kemerdekaan bangsa West Papua melainkan apa bial persatuan kita terwujud secara persatuan nasional yang demokratik-lah akan merebut kemerdekaan itu.

Dalam Hal tersebut, mendorong persatuan nasional, karena persatuanlah yang lebih mendasar dan dibutuhkan rakyat West Papua sekarang,tidak bisa rakyat yang tertindas berdiam diri bahkan jadi penontong diatas tanah nya sendiri tanpa ada perlawanan dari rakyat. maka rakyat punya tuggas besar yang harus bersatu dan mendorong persatuan kita untuk kekuatan besar melawan para kaum pengguasa dan kaum penjajah.

Persatuan tanpa batas 

Dengan persatuan rakyat terus berkoar dan menyala hingga kebebasan jatuh ke tanggan rakyat dengan tali  persatuan dan perjuangan rakyat tanpa berkata dengan kata lelah, menyerah, dan tidak mampu maka kebebasan akan jatuh ke tangan rakyat secara konkrit. Dengan itu terus memajukan perjuangan dan melawan ketidak adilan, disitulah kebebasan akan jatu dengan waktu yang sangat cepat dan itulah yang dibutukan rakyat sekarang sebelum kepunahan etnis bangsa West Papua hilang di atas tanah sendiri.

Sehingga, tidak ada jalan lain selain rakyat benar-benar sadar dan bersatu untuk melawan para brojuis-brojuis yang dipolopori oleh imperalis itu dan rakyat tidak terus berdiam diri, terjajah dan menjadi seorang penontong di atas negri nya sendiri. Maka, waktu nya sekarang untuk rakyat bangkit dan melawan dengan kekuatan persatuan rakyat melalui kekuatan besar. Lawan penjajah dalam Persatuan Nasional  rakyat tanpa ada batasan hingga perjuangan rakyat sampai menang. Walaupun tidak mudah untuk bersatu karena dengan melihat wilayah West Papua yang sangat luas menjangkau namun dengan Persatuan  Nasional rakyat dan rakyat sendiri sadar maka mudah untuk rakyat menggakiri penderitaan rakyat tidak bisa berdiam diri karena dengan rakyat tidak berbicara dan melawan maka kebebasan tak mudah untuk jatuh ketanggan rakyat. Oleh karena itu, kekuatan meningkatkan rakyat percaya melalui gagasan saling meyadarkan untuk menyatu dalam perjuangan Persatuan Nasional. Di samping itu, Solidaritas maupun mendorong isu-isu West Papua hingga pada tingkat loka, Nasional, Internasional, agar perjuangan terus mampan untuk merebut Hak Penentuan Nasib Sendiri secara luas.

Kekuatan rakyat

Kekuatan yang sangat kuat ada pada rakyat,karena dilihat dari negara-negara yang sudah pernah terjajah dan bebas dari penindasan itu. bangkit dengan kekuatan rakyat yang sangat kuat karna dengan rakyat bersatu bisa membangunkan jiwa-jiwa perjuangan dan tidak pernah terkalakan, dari berbagai perjuangan rakyat dikisahkan dengan mebangkitkan jiwa-jiwa perjuangan dan rakyat bisa belajar dari belahan dunia yang sudah pernah merdeka.  Itulah pembelajaran untuk perjuangan rakyat bangsa West Papua,  dan itu akan menjadi kekuatan amunisi rakyat untuk menempu perjuangan hingga kebebasan benar-benar jatuh ketanggan rakyat dengan perjuangan persatuan Nasional rakyat yang mampu untuk melenyapkan kaum penguasa dan kaum penjajah. Sehingga, kekuatan dari Kaum penjajah dan kaum penguasan tetap lumpuh dari tangan rakyat. Dan perjuangan pembebasan harus terus mengambil gaya atau cara rakyat melawan para penajah atau kolonialisme Indonesia.

Kenapa kekuatan ada pada rakyat 

Tidak ada kekuatan tanpa ada persatuan dari rakyat. kembali kepada rakyat jika rakyat tak bersatu dan melawan para kaum pengguasa dan kaum penjajah maka, para kaum pengguasa dan kaum penjajah akan terus menguasai kekayaan alam, melakukan intimidasi, deskriminasi, rasisme bahkan genocide dengan gaya penajah itu sendiri.  Jika rakyat diam maka rakyat akan terus terbelakang dan terus disinkirkan dari kaum penjajaan dan kaum penguasa itu. Rakyat bersatu dan melawan maka kemenangan dan kebebasan  akan capai dan berakhir dalam kekauatan rakyat.

Karena itu,  melihat penindasan selalu terjadi pada rakyat bukan pada para Elit-elit atau para penjabat pegawai (kolonial) dan lain-lain maka dengan itu rakyat terus melawan,tanpa ada perlawanan kebebasan tidak akan datang begitu saja. dengan wujud bahwa ada persoalan yang di hadapi semua ada tangisan air mata, korban di atas pengorbanan nyawa, alam di kerus dan lain lain. dan berjuang dengan berbagai macam cara untuk menggusir para kaum pengguasa dan kaum penajah di atas Negri West Papua, dengan kekuatan semangat perjuangan rakyat, bersatu dan melawan.

Front Persatuan Nasional harus dibanggun

Membawa kebebasan kepada rakyat dengan idieologi membutuhakan persatuan yang mempereratkan pada rakyat serta membentuk klas-klas untuk mempersatukan dalam persatuan nasional itu sendiri, melihat dengan itu, karena dengan keadaan, situasi  tujuh wilayah yang berada di Papua Barat yang cukup luas membutuhkan strategi untuk menjadi satu dan kembali lagi ke persatuan yang mempunyai satu tugu bersama dan meingkatan penyadaran kepada semua kaum yang tertindas di West Papua seperti kaum tani,kaum miskin kota, anak-anak jalanan (aibon) kaum amber atau imigrang (pendatang) . Itu merupakan juga bagian dari tanggun jawab besar bagi rakyat yang telah dalam persatuan nasional menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut melalui daya berpikir dan daya perjuangan yang sangat Power (kekuatan yang punya strategi).

Membangun persatuan nasional yang menyatu  dengan perjuangan rakyat Papua Barat di Tingkat Internasional hingga tingkat Rakyat West Papua sendiri. sehingga, kekuatan perjuangan ada pada rakyat West Papua. Kebutuhan dalam tingakatan perjuangan dalam persatuan nasional harus tinggalkan cara egois. kepentingan pribadi dan ingin dikuasai, mengharapkan oranga lain, mengharapkan organisasi tertentu. Yang Perlu di pikirkan adalah bagimana kemerdekan datang dengan cepat dari  perjuangan rakyat dalam persatuan nasional dan sehingga, kebebasan benar-benar dirasakan oleh rakyat. Maka mari rapatkan barisan  bersatu dan melawan,dengan adanya jiwa-jiwa perjuangan tetap bersatu . Untuk Itu, tidak ada jalan lain selain membangun dan mendorong persatuan kita, inilah tugas pokok untuk mendorong bersama oleh rakyat  bangsa West Papua.

Salam Pembebasan Nasional Papua Barat
Penulis adalah Biro Pendidikan Aliansi Mahasiawa Papua Komite Kota Bali

Photo oleh Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Malang
Represifitas: Pemukulan, Rasisisme dan Pembungkaman Ruang Demokrasi oleh Intel, Ormas dan Polisi di Malang Terhadap Massa Aksi AMP MALANG dan FRI_West Papua serta Solidaritas Untuk West Papua

Pembungkaman ruang demokrasi terus terjadi di Malang dari setiap aksi yang di lakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Malang dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua serta solidaritas lain-nya menglami kekerasan represif yang mengakibatkan pemukulan, rasisme, dan penghadangan, perampasan, penyisiran kontrakan asrama Papua maupun pengusiran sampai saat ini masih terjadi . Tepat pada 01 July 2018 pernah juga di represif saat nonton bersama tentang sejarah Papua dalam menyikapi proklamasi negara Papua Barat; itu pun, berakhir dengan intimidasi oleh Intel, Ormas dan Polisi yang hadir di tempat itu sehingga menghadirkan kondisi lingkungan semakin memburuk dan juga, represif seperti ini terjadi juga di setiap komite kota Aliansi Mahasiswa Papua yang ada di Indonesia.

Mengkondisikan bahwa esensinya pembungkaman oleh apratus negara dan Organisasi Masyarakat yang mempunyai  dalil pembungkaman ruang demokrasi, yang sebenarnya di buka luas sesuai UU RI Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 14 dan UU No.9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum; telah menjamin kode etik kebebasan berpendapat dan berekspresi di muka umum secara terbuka. Kasus pembungkaman yang terus menerus terjadi di tingkatan mahasiswa Papua merupakan system Indonesia yang terus menutupi setiap aspirasi, yang sebenarnya untuk memberikan pendapat tentang kondisi Papua saat ini. Namun, saat ini negara mengunakan aparatus militer sebagai alat system yang membungkam  setiap hak berpendapat di muka umum dan peraga-peraganya militer saling membekap untuk meredam tuntutan mahasiswa Papua hingga rakyat.  Aliansi Mahasiswa Papua melihat bahwa salah satu pembungkaman terbesar adalah militer dan system pemerintahan yang sewenang-wenangnya tidak mematuhi aturan UU dasar Negara sehingga ketidakberesan itulah terjadi seperti dekriminasi rasial, intimidasi di mana-mana serta negara dan militernya menimbulkan pembohongan publik yang meluas.

Melihat dari kasus tersebut  pada Minggu, 07 April 2019, Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Malang dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua serta solidaritas yang bersamaan, Melakukan aksi turun jalan dengan isu ‘Tutup Freeport, Golput Pemilu 2019 dan Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa West Papua Sebagai Solusi Demoktratis". Menyikapi isu tersebut setiap Komite Kota lainnya juga melakukan aksi.

Aksi Massa yang hadir sebanyak 28 orang dengan di titik kumpul Lampu Merah Bank BCA , kemudian di lanjutkan dengan Long March (Jalan Santai) hingga pada titik aksi di Kantor Balai Kota Malang.  Surat pemberitahuan sudah di masukan tiga hari sebelum aksi turun jalan di kepolisian malang.  Namun, terjadi represif yang berlebihan dari Intel, Ormas dan Pihak Kepolisian terhadap massa aksi. Selama Aksi tersebut pihak polisi mengunakan Dalmas dua unit mobil besar dan Dalmas 2 Unit mobil kecil serta beberapa intel kendraan roda dua. Maupun Jumlah anggota Intel, Polisi dan Ormas melebihi dari massa aksi sehingga repersifnya sangat masif.

Ini adalah kronologi saat aksi berlangsung hingga akhir:

Pukul 13. 40 Beberapa  massa aksi yangg menuju ke Titik kumpul di hadang oleh seorang Polisi
Pukul 14.00 Massa Aksi berkumpul di lampu merah Bank BCA dan melakukan long march ke Balaikota
Pukul 14. 20 Sepanjng jalan menuju Balaikota Massa sudah diikuti oleh beberapa mobil Polisi dan Dalmas
Pukul 14.30 Massa aksi sampai di Kantor Balaikota
Pukul 14.30 Massa aksi mulai melakukan orasi
Pukul 14.45 Massa Aksi mulai di profokator oleh intelkam yang namanya Adi Fajar
Pukul 14.45 Saat, saling profokator Intelkam mengungkapkan bahwa poster Golput bisa ditindak sebagai kriminalisasi sehingga mengancam kawan Fardhan
Pukul 14.46 Sejumlah intel berpakaian preman datang dengan wajah ditutup dan bersamaan Ormas
Pukul 14.48 Massa Aksi di keluarkan dari tali komando dan didorong ke pagar Kantor Balaikota oleh Ormas dan beberapa intel berpakaian Preman . Numun, Polisi hanya diam dan tidak mengambil keputusan dan Polisi juga Melakukan represif.
Pukul 14.50 Oknum intelkam yang bernama  Adi Fajar berusaha menarik kawan dari Indonesia yang tergabung dalam massa aksi
Pukul 14.50 Ormas bayaran dan intel berpakaian Preman mulai rasis dan Anarksi tindakn-nya yang di lakukan dengan cara memaki, memukul , tendang , dorong , melempar sendal dan helm serta melempar air kopi Campur cabai rujak dan air.  Dan karena repersif oleh Intel, Ormas dan Polisi sehingga terjadi kelukaan.
Pukul 15.05 Massa Aksi dipaksa naikan ke mobil Dalmas
Pukul 15.15 Massa Aksi mulai naik ke dalam mobil
Pukul  15.17 Massa Aksi mulai dibawah menggunakan Dalmas
Pukul 15.22 Dalmas yang mengangkut massa aksi berhenti di lampu merah Sengkaling
Pukul 15. 25 Dalmas tersebut putar balik arah dan mulai jalan
Pukul 15. 31 Massa Aksi  diturunkan di terminal Landungsari menuju ke rumah.

Represif yang di lakukan menimbulkan pemukulan terhadap massa aksi, korban pemukulan satu orang gigi patah, empat orang berdarah, depalapan  orang di pukul sekitar badan, satu orang luka memar dimuka ,  satu  orang berdarah dikepala . Dan ini adalah nama-nama yang terjadi korban kekersan represif:

1. Cimeng Umur :21. Luka bibir bawah picah,  samping dagu,  leher kepala,  didekat telingah, pergelangan tangan luka (Kawan SMART)
2. Najib,  umur 22. Kepala darah kena. (SMART)
3. Yesaya Umur 22. Luka hidung dalam picah,  bibir dalam picah,  testa samping alis darah. (AMP Malang)
4. Melky. umur,  22, gigi depan  patah,  pipi bengkak. (AMP malang)
5. Ida, Umur 21. Leher tercekik dengan benderah. (AMP Malang)
6. Anita,  Umur 19, luka kepala belakang memar pergelangan  tangan lecet. (AMP Malang)
7. Lince, Umur 20. Kepala darah (AMP)
8. Sukur,  Umur 22. Ibu jari diinjak berdarah
9.  Sebagian dipukul dan ditendang namun tidak ada luka atau memar

Dengan Repersif oleh Intel, Preman yang di bayar oleh Polisi, Ormas dan Polisi yang sangat repersif masif terhadap Massa Aksi Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota malang dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua serta Solidaritas lainnya untuk West Papua pada 07 April 2019.
Dari tahun-ketahun negara selalu mempunyai kondisi buruk bagi mahasiswa Papua Maupun Rakyat Papua dalam melakukan demontrasi damai, apa lagi militer Indonesia yang masih belum mempunyai tahapan mengayomi rakyatnya ; Ada beragam kasus yang di langgar oleh Militer dan system Negara dalam pembungkaman ruang demokrasi seperti mahasiswa Papua yang melakuan aksi demo damai sebagai wadah kritisme positif dan mengemukakan pikiran yang idealisme untuk demokratis yang benar dan jujur ,tetapi  militer dan negara membungkam dan melakukan represifitas masif yang sangat tidak mengntungkan atau memajukan secara  kondisi yang absurb.  Sehingga Aliansi Mahasiswa Papua menyatakan sikap atas repersif, kriminlaisasi, pemukulan, tendangan dan pembungkaman ruang demokrasi  yang terjadi di Malang Bahwa:

1. Segera tangkap dan adili pelaku pemukulan terhadap massa aksi di malang
2. Polisi, Ormas, dan Intel seharusnya sebagai Pihak keamanan menjamin kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat sesuai UU. 
3. Segera Bertanggung jawab kepolisian Malang atas Kriminalisasi, repersifitas  terhadap Mahasiswa Papua yang  melakukan demonstrasi di Malang. 
4. Negara dan Presiden Jokowi/Jk Segara adili Pelaku pemukulan yang mengakibatkan korban.
5. Buka akses Seluas luas-nya untuk Mahasiswa Papua dan Rakyat dalam melakukan demonstrasi damai, berdiskusi,  mengemukakan pendapat, dialog dan lain-lain  di Malang serta sekitarnya. 

KP-Aliansi Mahasiswa Papua [KP-AMP]

Photo-Photo Korban:









Photo-Photo saat dalam Mobil Dalmas










Ilus.Gambar oelh Koran Kejora
Aksi Bersama 
Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua 
        [FRI-WP] _____________________________________________________________________________

Salam Pembebasan Nasional Bangsa West Papua!

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak
Wa…wa…wa…wa…wa…wa..wa..wa..wa..wa!

TUTUP FREEPORT, GOLPUT PEMILU 2019 DAN BERIKAN HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI SEBAGAI SOLUSI DEMOKRATIS BAGI BANGSA WEST PAPUA

Salam Solidaritas!

 Freeport Indonesia telah lama menjadi malapetaka bagi bangsa West Papua. Kehadiran Freeport-McMoRan di tanah West Papua tak bisa dipisahkan dengan kehadiran pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia dan kerusakan lingkungan di tanah West Papua. Pemerintah kolonial Indonesia juga ikut andil dalam malapetaka yang diderita bangsa West Papua.

Freeport Indonesia yang beroperasi sejak 1967 (52 tahun) merupakan wujud nyata dari imperialisme, untuk melipatgandakan keuntungan kapitalis Internasional dengan mengeksploitasi sumber daya alam di West Papua. Dalam sejarahnya, demi pengamanan proses penanaman modal, operasi-operasi militer Indonesia digelar di tanah West Papua. Setelah Operasi Trikora pada 19 Desember 1961, ada beragam operasi militer seperti Operasi Banten Kedaton, OperasiPenyisiran, Operasi Koteka, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Naga, Operasi Rajawali, Operasi Jayawijaya, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu, Operasi Sadar. Operasi lewat laut adalah Operasi Show of Force, Operasi Cakra, Operasi Wisnumurti, Operasi Brathayudha, Operasi Wibawa, , Operasi Garuda dan Operasi Lumba-lumba, Operasi Mapiduma, Operasi Penangnan Pepera, Operasi Koteka, Operasi Senyum, Operasi Gagak, Operasi Kasuari,  dan Operasi Khusus. Nyaris semuanya dilakukan demi penguasaan wilayah West Papua. Demi kenyamanan dan keamanan proses penanaman modal belaka, serta kolonisasi West Papua.

Pada tahun 2000, ELSHAM Papua membuat laporan tentang kekerasan aparat keamanan yang terjadi di berbagai wilayah di West Papua. Di Paniai, tercatat 614 orang meninggal, 13 orang hilang, 94 orang diperkosa. Di Biak, 102 orang meninggal, 3 orang hilang, 37 orang dianiaya, 150 orang ditahan. Di Wamena, 475 orang meninggal. Di Sorong, 60 orang meninggal, 5 orang hilang, dan 7 orang korban pemerkosaan. Di Jayawijaya, 137 orang meninggal, 2 orang hilang, 10 orang menjadi korban pemerkosaan, 3 orang menjadi korban penganiayaan. Belum lagi pembakaran rumah ibadah, kampung, rumah, alat-alat adat istihadat. Itu pun belum termasuk wilayah-wilayah lainnya, yang belum terdata dengan baik mulai dari 01 Mei 1963 Rakyat West Papua di aneksasi hingga saat ini.

Selain terhadap kekerasan terhadap kemanusiaan, Freeport Indonesia juga berperan besar pada kerusakan alam West Papua. Puluhan ribu ha hutan telah diubah menjadi hutan mati. Peluapan sungai akibat endapan limbah yang masuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Limbah tailing yang dibuang ke Sungai Ajkwa, salah satu sungai di antara lima sungai lain di Mimika. Masih ada sungai-sungai lain seperti Sungai Aghawagon, Sungai Otomona, Sungai Minjerwi, Sungai Aimoe, dan Sungai Tipuka. Freeport Indonesia telah mengkontaminasi perairan dengan cairan asam berbahaya bagi kehidupan akuatik dan terancam bagi rakyat setempat.

Freeport Indonesia, imperialisme Amerika Serikat dan kolonialisme serta militerisme Indonesia di West Papua merupakan kesatuan yang berperan besar terhadap rangkaian penindasan yang tersistematis di West Papua. Negara digunakan sebagai alat kelompok pemodal yang sedang berkuasa untuk melegalkan penindasan di bumi Papua. Kontrak karya pertama PT Freeport dan Indonesia dilakukan pada tahun 1967, sementara Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) dilakukan pada tahun 1969, itu pun dengan praktik yang manipulatif serta tidak demokratis. Ini merupakan sebuah cerminan dari kolaborasi antara kapitalisme, kolonialisme dan militerisme yang diaplikasikan melalui praktik politik penggabungan paksa (aneksasi) West Papua ke dalam bingkai Republik Indonesia tanpa memberikan kebebasan bagi Rakyat West Papua untuk menentukan nasib sendiri.

Apa lagi Pemilu 2019 Indonesia, terus agenda kolonisasi untuk melakukan ekonomi politiknya ke kancah Internasional dalam menjual tanah West Papua tanpa melihat rakyat asli West Papua dan beberapa kali, Indonesia telah melakukan Pemilu sejak Orde baru hingga saat ini.

Kondisi hari ini, Pemilu 2019 kolonial Indonesia akan dilakukan di seluruh daerah secara serentak pada 17 April 2019 mendatang, yang mana adalah salah satu agenda kolonial di tanah West Papua untuk membungkam proses perjuangan gerakan rakyat West Papua dalam perjuangan kemerdekaan, serta meloloskan agenda kolonial dan kapitalis Internasional menyangkut Freeport. Media-media Indonesia memberitakan pemerintah akan mengerahkan aparat sebanyak 3.000 – 15.000 untuk mengamankan Pemilu di West Papua. Proses pengamanan Pemilu 2019 Indonesia di tanah West Papua juga merupakan bagian dari operasi militer yang akan di lakukan di beberapa tempat terutama di Nduga. Melalui militernya, pemerintah Indonesia terus melakukan kolonisasi, juga dengan cara melakukan pembungkaman, penindasan, penembakan, pemboman, penyisiran, pemerkorsaan, penangkapan, pemenjarahan dan beragam penindasan terhadap rakyat West Papua. Pemerintah Indonesia juga berusaha membungkam pergerakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPNPB] dengan menyebut mereka dengan sebutan KKB, KKBS, separatis, dan tak mau mengakui sebagai tentara pembebasan. Perjuangan sipil untuk menuntut Hak Penentuan Nasib sendiri juga diangggap sebagai separatis hingga saat ini; termasuk pembungkaman ruang demokrasi mahasiswa, perempuan, buruh, tani, nelayan, mama-mama pasar Papua dan lain-lain.

 Keberadaan Freeport dan Pemilu 2019 kolonial Indonesia tidak membawa apa pun bagi rakyat West Papua kecuali petaka.

Maka dari itu, kami Front Rakyat Indonesia untuk West Papua [FRI-West Papua], bersama Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] menuntut serta mengambil sikap dan menyatakan sikap:

1. Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Solusi Demokratik Bagi Bangsa West Papua
2. Tidak mengikuti Pemilihan Presiden dan Pemilihan Umum 2019
3. Hentikan Pemilu 2019 seluruh Tanah West Papua
4. Usir dan Tutup Freeport
5. Audit kekayaan freeport serta berikan pesagon untuk buruh
6. Audit cadangan tambang dan kerusakan lingkungan
7. Tarik TNI-Polri organik dan non-organik dari tanah West Papua
8. Hentikan rekayasa konflik seluruh tanah West Papua
9. Buka Akses jurnalis dan Informasi untuk West Papua
10. Usut, tangkap, adili dan penjarakan pelanggaran HAM selama keberadaan Freeport  Mc Moran di West Papua

Salam Pembebasan Nasional Papua Barat!

Medan Juang, 06 April  2019

Materi

Penyusun, Agitasi Propaganda Komite Pusat  Aliansi Mahasiswa Papua

Sejarah Freeport Mc Moran, Belanda, Amerika, dan Indonesia

Sejarah bangsa Papua Barat dan sejarah peradaban rakyat Papua Barat merupakan perlu dianalisis dengan tingkatan-tingkatan yang musti dikategorikan dari peradaban-peradaban yang subtansial secara subjektif kondisi sejarah gerakan rakyat papua Barat dan mengkondisikan analisis kekuasaan bangsa luar atas bangsa Papua Barat. Beragam investasi yang masuk ke tanah Papua Barat melalui kolonialis Indonesia, tahapan ini menjelaskan pada posisi eksploitasi sumber daya alam di tanah Papua Barat terutama sumber daya alam yang kaya raya di kuasai oleh kolonialis Indonesia dan ada banyak kondisi yang perlu di utarakan terutama Belanda berkuasa di atas tanah Papua Barat, Bangsa-bangsa asing melakukan perjalanan atau pelayaran di wilayah Papua Barat atau pun seluruh wilayah melanesia.

Maka, pada bagian ini menjelaskan tetang Freeport yang masih berkuasa di tanah Papua Barat selama 52 Tahun dari Tahun 1967 hingga 2019 Antara Indonesia dan Amerika Serikat melakan investasi pertama bersama investasi mobil exxon, Yamaha, Toyota dan Freeport Melalui Undang-Undang Penanaman Modal Asing pertama di Indonesia (UU PMA) No 1/1967 di bawa kepemimpinan Suharto. Dalam sebuah kesepakatan pertemuan mafia Rockfeller dan Mafia Berkeley beberapa lainnya di jenewa-Swis bulan november 1967 membahas agenda-agenda tersebut untuk investasi yang skala besar. Kembali pada sekilas sejarah Freeport Pada tahun 1623 kapten Johan Carstens berlayar ke Papua Barat Bagian selatan menemukan gunung salju di Papua Barat bagian selatan tersebut.

Namun, dengan penelitian yang mendalam melalui Perkumpulan Geografi Kerajaan Belanda atau dalam bahasa Belanda Koninkliijk Nederlands Aardrijkskuding Genootschap (KNAG) yang di bentuk sejak 1873 mencari catatan yang di buat oleh Johan Carstens dalam buku catatan 16 Febluary 1623 dan inginnya mencari di mana gunung salju tersebut. Dan KNAG Belanda  mengunakan peta Papua Barat yang di buat oleh- militer-militer Belanda pada tahun 1907 hingga 1915 dan ekspedisi Papua Barat Selatan yang di lakukan oleh militer Belanda marinir. Kemudian di lanjut dengan ekspedisi yang dilakukan oleh Dr. HA. Lorenz dan Kapten A.Franzen Henderschee menjelaskan ekspedisi masing-masing. Ekspedisi yang di lakukan bagian Papua Barat Selatan. Tujuan ekspedisi yang di lakukan untuk mengetahui batas wilayah, sunggai, gunung, danau, dan lainnya tetapi dengan tujuan tertentun untuk mengeksploitasi tanah dan air pada akhirnya.  Dan ada pun, ekspedisi yang berlanjut untuk mengeksploitasi sumber daya alam Papua yang notabenenya Freeport, Sejak 1930-an dua pemuda yang namanya Jean Jacques Dozy dan Colij asal Belanda pekerja perusahan minyak di Nederlansche Nieuw Guinea Petroleum Maatscappij (NNGPM) dan melalui perusahan itulah, ingin menguasai puncak salju tersebut atau gunung nemangkawi. Kemudian Tahun 1933 Jean Jacques Dozy menemukan gunung bijih atau Ertberg dari ekspedisi di Gunung salju tersebut, lalu membawa bantuan ke Belanda untuk meneliti lebih lanjut serta mengeluarkan melalui media tahun 1939 di Belanda, Namun hasilnya mencapai cukup rentang waktu yang lama dan di abaikan karna perang dunia ke II dari tahun 1939 hingga 1945. kemudian di lanjutkan untuk ekspedisi 20 tahun kemudian lagi , akhirnya seorang Jan Van Gruisen asal Belanda yang berprofesi sebagai manajement Derector perusahan Oost Maatchappi (perusahan tambang batu bara) mendapatkan dokument tersebut di perpustakaan Belanda dan melanjutkan bekerja sama dengan Forbes Wilson temannya Jan Van Gruisen. Forbes Wilson Asal Amerika Serikat dan direktur dari perusahan Freeport Sulphur Company berfokus hanya pada tambang belerang yang terdapat di bawa laut. Keduanya, saling bekerja sama dan meneliti kedalam tentang gunung salju tersebut apakah memang hanya mengandung bijih  tembaga, ternyata hasil dari ekspedisi tersebut melihat bahwa gunung salju tersebut memiliki hasil kekayaan Emas, Tembaga, Nikel, Uranium dll.

Sebelumnya Freeport Sulphur Company di Kuba tahun 1959 dibangkrutkan oleh Fidel Castro dan selanjutnya Wilson mendengarkan kabar dari Jan Van Gruisen bekerja untuk melakukan ekploitasi tersebut karna Wilson tugasnya sebagai peneliti untuk melakukan eksplorasi  sehingga Wilson mempelajari hasi peneltian Jean Jacques Dozy tahun 1930-an. Kemudain Jan Van Gruisen dan Forbes Wilson melakukan kespakatan pada 1 Desember 1960 dengan dana sebanyak US$120,000 melakukan ekploitasi gunung Nemangkawi tersebut atau gunung salju. Melanjukan rute perjalanan ke Papua Barat dari New York-Hongkong-Biak Papua Barat Selatan dengan membawa beberapa Insinyur tambang, ahli botani, dengan mengunakan Peta militer milik Amerika Serikat. Setelah melewati wilayah yang penuh dengan hutan lebat, air, sunggai, lembah, gunung lalu rombongan tersebut bertemu dengan seorang Pastor J.P. Koot dan seoarang suku asli Amungme dari lembah Tsinga bernama Moses Tembok Kelangin serta juga penunjuk seluk-beluk wilayah Papua Selatan tersebut. Dengan keberasilan mereka tambang Freeport Sulpur Company mampu bekerja di Papua Barat. Lanjutanya bahwa tahun 1960-an alat untuk bawa masuk tidak mencukupi namun mengunakan helikpoter untuk menganggkut alat-alat untuk beroperasi tersebut.

Awal Pertama pihak Freeport Sulphur Company Langbourne William datang ke jakarta pada Juni 1966 untuk mengatur perjanjian bersama Indonesia. Langbourne William sebagai pemimpin tertinggi Freeport Sulphur Company asal Amerika Serikat dan Jendral Ibnu Sutowo sebagai Menteri Pertambangan dan Perminyakan Indonesia mempunyai rahasia yang di bahas secara bersembunyi di Amsterdam Amerika Serikat, Julius Tahija mengatur pertemuan lagi untuk mempertemukan President Freeport Sulphur Company Robert Hill dan Forbes Wilson dengan Ali Budiarjo sebagai penghubung pemerintah denag Freeport dapat bertemu di Jakarta. Julius Tahija sebagai menejer Texaco perusahan Asing yang pada saat itu beroperasi di Indonesia dan melalui Julius dapat memberikan jalan buat Amerika Serikat untuk Freeport terus beroperasi. Pada tahun 1912 Freeport Sulfur Company awal berdirinya yang di pimpin oleh Langbourne Williams dan di teruskan dengan Putranya Langbourne Williams Jr Kemudian pada tahun 1971 di ganti nama menjadi Freeport Minelars Company kemudai Freeport Minerals Company bergabung dengan MC Moran pada tahun 1980 yang di pimpin lagi oleh James Robert Jim Bob Moffett lalu di ganti nama Freeport Minerals Company menjadi Freeport McMoran dengan anak perusahan Freeport Indoesnai pada tahun 1984. Dan Sejak 07 April 1967 Kontrak Karya Pertama (Freeport Indonesia Inc) mulai beroperasi tahun 1973 berlaku selam 30 Tahun, Tahun 1988 Freeport menemukan cadangan Grasberg investasi yang besar dan risiko tinggi  sehingga memerlukan jaminan investasi jangka panjang, tahun 1991 Kontrak karya kedua (Freeport Indonesia dan McMoran) berlaku 30 Tahun dengan periode produksi akan berakhir pada tahun 2021. Tidak hanya itu, PT Freeport Indonesia juga berkemungkinan memperpanjangkan 2x10 Tahun (sampai 2041) masa waktu yang berlaku. Selama  Freeport beroperasi tambang atas tanah mulai dari tahun 1967 hingga 2010, serta tambang bawa tanah telah beroperasi sejak 2010 dengan tiga tambang bawah tanah yaitu Deep Zone (DOZ), Big Gossan (BG) dan Deep Mill Level Zone (DMLZ).
Tambang bawa tanah secara DOZ menghasilkan 60-80 ribu ton biji mengandung tembaga, emas, nikel, uranium dll per hari. Dan dari gabung tambang bawah tanah tersebut menghasilkan 220-224 ribu ton ore per-hari hingga saat ini. Dalam tahun 2018 hingga 2019 Indonesia membicarakan tentang nasionalisasi Freeport McMoran dengan untuk Anak Perusahan Freeport Indonesia 51 % di bagikan dalam 10 persen untuk Papua, 41% untuk Indonesia di bagi dalam 26,2% milik PT Inalum dan 25% lainnya di pegang oleh IPMM.  Sedangkan Freeport Mc Moran sendiri memiliki 48,8% saham.

Sejarah Freeport Mc Moran Versi Suku Amungme

Sejarah Freeport masuk di Nemangkawai  versi masyarakat dengan secara kontekstual telah di tuliskan dalam beragam media dan maupun dapat juga di jangkau dengan suku yang berada di sekitar area tambang emas tersebut atau sekitar gunung Nemangkawi. Penulisan dalam ini, akan mengulas tentang bagimana Freeport awal masuk dengan pendekatan bersama rakyat dan apa yang di berikan ke pada rakyat setempat menurut versi cerita masyarakat.  Amungsa merupakan wilayah yang di tempati suku Amungme yang meliputi puncak-puncak pegunugan Nemangkawi yang tinggi (Cartenz), lembah-lembah yang subur sperti Tsiga, Noemba, dan Waa serta sungai-sungai yang membela pegunugan dari barat ke timur dan dari utara keselatan. Nemangkawi adalah istilah Nemang=Panah dan Kawi adalah Salju Putih merupakan tempat berburuh, merammu sekitar gunung salju tersebut. Sedangkan Amungme adalah artinya Amung=pertama, Utama, sejati, sesungguhnya dan Me adalah Manusia, orang merupakan manusia pertama di area nemangkawi itu sendiri.  Maka, puncak Nemangkawi biasa disebut Yessegel Ongopsel (gunung biji/eastberg) artinya gunung yang berkilauan laksana buluh burung Cendrawasih  hitam. Gunung Yessegel Ongopsel adalah tempat keramat dan tempat asal mula leluhur suku Amungme serta tempat beristrahatnya burung Yelki dan Ongopki yang di Puja keret-ndartem (klan) Narkime dan Magal. Suku Amungme memiliki hubungan yang tak terpisahkan dengan alam dalam istilah Te Aro Newek Lak-0, yang artinya alam adalah aku, Sungai, lembah, dan pegunungan adalah tubuh ibu atau nama suku Amungme. Suku Amungme memiliki beberapa suku ada suku Amuy, Hamung, Damal/Uhunduni memiliki 17.700 orang data statistik sementara.   Dalam cerita rakyat yang di bicarakan secara turun temurun bahwa awal pertama ada bangsa asing yang masuk sekitar gunung Nemangkawi, seperti para misionaris dan lembaga-lembaga tertentu di sana sejak dahulu kala. Lembaga-lembaga tersebut adalah sejak Belanda berkuasa di Papua Barat dan terdapat rakyat Belanda mendokumentasikan gunung tersebut; selama Warga Asing di sekitar temapat amungsa  gunung Nemangkawi meraka memanfaatkan rakyat lokal untuk berkomunikasi antara mereka, terutama sejak itu ada misionaris yang masuk dan melalui misionaris itulah membuka jalan investasi masuk di Nemangkawi seperti di langsir pada bagian pertama “Sejarah Freeport Bersama Belanda, Amerika, dan Indonesia”.

Dalam cerita rakyat Freepot Mc Moran awal masuk memberikan beberapa sumbangsi kepada rakyat untuk melakukan eksploitasi di gunung Nemangkawai seperti memberikan 1 kaleng korner, tembakau dan kampak kepada masyarakat setempat sebagai alat tukar sejak itu. Dengan pendekatan oleh bangsa asing terhadap suku Amungme dan pihak perusahan memberikan properti yang untuk membohongi masyarakat setempat dalam menjalankan kepentingan perusahan Freeport Mc Moran sehingga  masyarakat tertimpa dengan kebohongan tersebut. Kemudian, masyarakat dan Freeport melakukan kesepakatan-kesepakatan dengan melakukan ritual adat istiadat masyarakat Suku Amungme, sehingga pegesahan Freeport Mc Moran mengeksploitasi hingga saat ini. Ini adalah bagian dari cerita rakyat suku Amungme di sekitar Nemangkawi. Dan karena Freeport Mc Moran melebarkan tempat lokasi eksploitasi, maka membutuhkan akses jalan. Karna akses jalan menuju ke Timika membutuhkan kesepakatan lagi bersama suku Kamoro yang berada di pesisir Pantai Timika Papua Barat Selatan; Biografis suku Kamoro Areal sekitar 250 km mulai batas dari sungai Otakwa di sisi timur hingga mendekati Potowai Buru di sisi Barat. Kamoro artinya Komodo atau hewan dan mempunyai filosopi sejarah tersendiri oleh suku Kamoro tersebut; sebenarnya, wilayah Kamoro di namakan Kaukanao yang artinya “Kauka” adalah perempuan dan “nao” berarti bunuh mempunyai sejarah yang mendalam juga mengenai nama Kaukanao”. Di wilayah Mimika mempunyai dua suku terbesar yaitu suku Amungme dan Suku Kamoro. Suku Amungme di bagian daratan tinggi dan suku Kamoro di bagian pesisir pantai Mimika, karena Freeport Mc Moran membutuhkan akses jalan membuka kesepakatan bersama dalam mengelolah eksploitasi alam Nemangkawi dan sekitar area pegunungan maupun area pesisir pantai Mimika atau Timika. Sehingga, membentuk beragam kesepakatan yang di lakukan.

Dampak Buruk Freeport Mc Moran terhadap Suku Amungme dan Suku Kamoro

Hasil dampak Buruk terhadap dua suku terbesar di Mimika merupakan kekerasan yang sampai saat ini masih belum di selesaikan secara bermartabat; Freeport Mc Moran sendiri pernah menyumbangkan militer untuk melakukan kekerasan-kekerasan terhadap masyarakat setempat dan menghadirkan peran suku atas hak ulayat wilayah adat, Freeport mencemarkan dan membuang limba Tailing di lingkungan mengakibatkan ekosistem biota di air maupun darat megalami pencemaran yang buruk, Freeport melakukan ilegal loging yang berlebihan dan hampir sebagian urusan tidak pernah melibatkan masyarakat untuk melakukan perjanjian-perjanjian tetapi dengan seenaknya Freeport Mc Moran melakukan secara individu-nya sendiri.  Freeport Mc Moran melakukan tambang tersebsar itu dengan kekuatan militer yang sangat besar, mulai sejak  1967 rezim orde baru dan memulai eksplorasi pada 1970-an, areal Freeport Mc Moran dikendalikan oleh militer Indonesia dengan beragapan bahwa menjaga “Obek vital atau daerah yang harus di jaga” penjagaan sepanjang 46 mil, dari pelabuhan Amamapare (Sekitar 30 km dari kota timika) hingga puncak gunung Nemangkawai dan setiap orang yang masuk kesana, entah suku asli maupun luar dari itu masuk melalui Mil 26 dan Mil 28 dengan pengawasan ketat oleh militer Indonesia.  Tahun 1967 usai tanda tangan kontrak karya Freeport Mc Moran pertama militer Indonesia membangun Helipad dan Basecamp di lembah Waa dan Banti sekitar gunung  Nemangkawi, sehingga sejak itulah masyarakat sekitar tidak menerima kehadiran militer Indonesia di tengah mereka lalu masyarakat setempat melakukan protes yang di pimpin oleh Tuarek Nartkime seorang toko adat suku Amungme, protes tersebut dengan aman dan lima tahun kemudian lagi Tuarek memimpin protes di lembah Tsiga atas ketidaknyaman masyarakat setempat dari kehadiran militer Indonesia. Dan untuk mengahdapi aksi protes ini, rapat khusus yang di buat oleh Freeport Mc Moran dan pemerintah Indonesia mengirimkan TNI angkatan darat ke Tsiga untuk mengamankan aktivitas eksploitasi, sekitar 60 orang suku Amungme menjadi korban dalam insiden tersebut. Freeport Mc Moran melalui militer Indonesia dan pemerintah Indonesia mengusir masayarakat suku Amungme dengan cara operasi militer untuk membangun kota Tembagapura sebagai daerah pemukiman pekerja tambang.

Akhirnya, karena protes masyarakat setempat terus menerus hingga tahun 1973 menghasilkan sebuah kesepakatan yang bernama January Agreement 1974 antara Freeport Mc Moran, pemerintah Indonesia dan masyarakat suku Amungme. Tetapi masyarakat suku Amungme merasakan bahwa kesepakatan tersebut merugikan kehidupan mereka serta tidak sesuai perjanjian tersebut dan pada 1978 Suku Amungme melakukan protes di Agimuka; pada dasarnya, ketika terjadinya protes-protes tersebut banyak sekali militer Indonesia melakukan aksi kekerasan, melakukan penembakan, dan pemboman. Masyarakat di Agimuka di serang militer Indonesia, kampung Waa dan Kwamki dihancurkan secara total. Akibat dari itu, masyarakat semua melarikan diri kehutan, itu terjadi sejak tahun 1977 sampai 1990, meskipun protes hingga saat ini di lakukan tetapi sama saja repersif militer Indonesia menjadi kekuatan untuk mempertahankan perusahan tersebut beroperasi.  Pada 25 Desember 1994 mencatat militer Indonesia membunuh masyarakat setempat bahwa dari bulan Juni-Juli  5 orang dari lembah Tsinga mati, Oktober 1 pekerja Freeport dari biak mati, November 5 orang suku Amungme mati, 3 orang asal suku Amungme dan Kamoro mati, 25 Desember 7 orang mati serta 13 orang di tahan oleh militer Indonesia.  Proses kekerasan militer Indonesia dari tahun ke tahun terus meningat dari kejamnya militer Indonesia di areal Freeport sertakan menjadi dalang bisnis, togel, mabuk, permainan dadu, permainan Ludo king dan beragam macam cara yang diatur terstruktur untuk memusnahkan rakyat Suku Asli setempat.  Perang Gerilya pernah berhadapan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat  (TPNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam saling kontak senjata di areal Freeport, TPNPB terbentuk sejak 1970-an di Mimika di bawa pimpinan Kelik Kwalik sejak awal Freeport Mc Moran beroperasi bertujuan untuk menentang hentikan operasi tambang tersebut dan tuntut Hak Penentuan Nasib Sediri bagi bangsa Papua Barat. Sedangkan TNI hanya berjuang untuk menjaga eksploitasi tersebut berjalan dengan lancar dan aman tanpa penghalangan di sekitar areal tersebut dan itulah, saling kontak senjata yang merunjuk pada kekerasan terhadap masyarakat sipil menjadi korban yang bertumpukan seperti masyrakat khususnya prempuan di perkosa dan di bunuh, rakyat yang membawa alat tajam, busur panah di larang, rakyat yang rambut dan jenggot panjang di anggap separatis, mencurigakan sehingga militer Indonesia banyak melakukan kekerasan-kekerasan.

Freeport Mc Moran terhadap lingkungan, Freeport mengunakan hutan lindung seluas 4.535,95 hektar tampa lindungan atau pun perizinan terhadap pemiliknya atau dewan adat.  Pembuangan pasir limbah tailing mengakibatkan kerusakan ekosistem, karena limbah tailing setiap hari di buang 160 ribu ton di sungai Ajikwa dan Agawagon mengakibatkan ekosistem air dan darat tercemar dengan limbah tailing serta mengakibatkan suku Kamoro dalam lingkungan mereka di pesisir pantai maupun daratan bahkan mematikan hutan-hutan subur, pendangkalan di muara sungai, pasisr mulai melabar, berlumpur.  Masyarakat suku Kamoro mencari nafkah mereka telah tercemar oleh limbah tailing tersebut. Kesimpulan dari ini, merupakan bahwa Freeport Mc Moran terus beroperasi tanpa memperbaki kondisi tempat atau kepentingan rakyat setempat sampai selama perusahan itu berada, keculai Freeport Mc Moran tutup akannya alam akan subur kembali seketika limbah itu hilang.
Freeport Mc Moran dan Kemerdekaan Rakyat Papua Barat

Proses Freeport Mc Moran  telah  sejak dahulu melakukann ekspedisi-ekspedisi  oleh bangsa-bangsa asing dan Belanda ; secara analisis bahwa sebelum  kemedekaan Papua Barat, persiapkan arsip-arsip untuk melakukan eksploitasi telah di lakukan. Namun, kondisi  tersebut mengakibatkan dengan sejarah rakyat Papua Barat yang mana telah merdeka tetapi di gagalkan oleh pihak Indonesia dan Amrika Serikat, Belanda untuk kempentingan investasi  di tanah Papua Barat melalui perjanjian-perjanjian internasional yang tidak melibatkan rakyat Papua Barat satu pun sejak itu, seperti dalam ulasan-ulasan berikut ini.  Sebelum Persiapan kemerdekaan Rakyat Papua Barat telah dididik oleh sekolah Pamaongparaja (BETUERSCHOOL) di jayapura  (HOLANDIA) sebanyak 400 orang antara Tahun 1944-1949 untuk memprsiapkan negara Papua Barat.  Pada 19 November 1961 Telah mengagas persoalan kebangsaan  Papua Barat, yang mana 21  orang terpilih Dewan Niew Gunea sebagai Komite Nasional Papua  dan di tambahkan dengan 70 rakyat Papua  Barat yang terdidik perwakilan seluruh wilayah yang ada mempersiapkan kemerdekaan bangsa Papua Barat yang pada 01 Desember 1961 sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua Barat di deklarasikan di Jayapura. Namun, kemerdekaan hanya berumur 19 hari,  Ir. Soekoarno mengumandangkan Tri Komdo Rakyat (TRIKORA)  di Alun-Alun Kota Yokyakarta Utara, tanggal 19 Desember 1961  dengan tuntutan tiga point utama yakni, bubarkan negara Boneka Papua Barat buatan belanda, Kibarkan bendera merah putih di seluruh Irian Barat/Papua Barat, dan Bersiaplah untuk mobilisai umum. Dan Ir. Seokarno berangapan alasan dan mencaplokan Papua Barat bahwa Papua Barat dianggap sebagai bagian dari kerajaan Majapahit, Kepulauan Raja Ampat di daerah kepala burung Papua Barat oleh sultan Tidore dan Soekarno mengklaim sebagai bagian dari Kesultanan Tidore. Kesultanan Tidore diklaim oleh Soekarno sebagai bagian dari daerah “Indonesia Bagian Timur”. Papua Barat diklaim sebagai bagian dari negara bekas Hindia Belanda. Soekarno yang anti barat ingin menghalau pengaruh imperialisme barat di Asia Tenggara. Di samping itu, Soekarno memiliki ambisi hegemoni untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Majapahit (ingat: “Ganyang Malaysia”), termasuk Papua Barat yang ketika itu masih dijajah oleh Belanda. Mungkin juga Soekarno memiliki perasaan curiga, bahwa pemerintah Nederlands Nieuw Guinea di Papua Barat akan merupakan benteng Belanda untuk sewaktu-waktu dapat menghancurkan Negara Indonesia. Hal ini dihubungkan dengan aksi militer Belanda yang kedua (tweede politionele aktie) pada 19-12-1948 untuk menghancurkan negara RI. Dan setelah alasan Sukarno dan kepentingan eksploitasi di Papua Soekarno juga melakuan kerja sama militer bersama Uni Soviet atau Rusia untuk merebut Papua Barat melawan Belanda dan ketika itu, Amerika Serikat menjadi penengah. Belanda meminta Amerika Serikat untuk melawan Indonesia yang di beking oleh milter Uni Soviet atau rusia namun Amerika Serikat menyatakan bahwa sangat lelah dan karena melakukan perang dunia ke II melawan jepang di Pasifik dan menjatuhkan Bom Irosima di Nagasaki Jepang sehingga Amerika Serikat menyatakan bahwa Amunisi telah habis dalam melawan jepang dan setelah itu, Amerika Serikat menyatakan kepada Belanda dan Indonesia untuk melakukan perjanjian-perjanjian untuk Papua Barat yang tanpa keterlibatan rakyat Papua Barat satu pun. Setelah itu, pada selama tahun 1962 melakukan perjanjian-perjanjian tersebut  adalah The New York Agreement pada 15 Agustus 1962 dengan beberapa point pertama,
1. Apabila badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation (UN) telah membenarkan persetujuan atau perjanjian itu melalui Rapat Umum, maka Belanda segera menyerahkan kekuasaan atas Irian Jaya (Papua Barat) kepada UNTEA,

2. Terhitung sejak tanggal 1 Mei 1963 UNTEA yang memikul tanggung jawab Administrasi Pemerintah di Irian Jaya (Papua Barat) selama 6-8 bulan dan menyerahkannya kepada Indonesia,

3. Pada akhir tahun 1969, dibawah pengawasan Sekretaris Jenderal PBB dilakukan Act of Free Choice, orang Irian Jaya (Papua Barat) dapat menentukan penggabungan pasti tanah mereka dengan Indonesia atau menentukan status atau kedudukan yang lain (Merdeka Sendiri),

4. Indonesia dalam tenggang waktu tersebut diharuskan mengembangkan dan membangun kebersamaan orang Irian Jaya (Papua Barat) untuk hingga akhir 1969, Papua Barat menentukan pilihannya sendiri.

Perjanjian berikutnya  The Secret Memmorandum of roma (30 September 1961) dan The Roma Joint Statement (20-21 Mei 1969) berisi mengenai:

1. Menunda atau membatalkan Pepera 1969 sesuai Perjanjian New York,

2. Indonesia akan menduduki  Papua Barat selama 25 tahun mulai dari 1 Mei 1963.

3. Pelaksana Pepera 1969 akan di jalankan berdasarkan cara indonesia musyawarah,

4. Laporan akhir PBB atas Impementasi Pepera ke SU PBB harus di terima tanpa perdebatan terbuka,

5. Amerika Serikat Membuat Investasi melalui BUMN Indonesia untuk eksplotasi sumber daya alam di Papua Barat,

6. Amerika Serikat menjamin lewat Bank Pembangunan Asia dana sebesar US$20 Juta kepada UNDP untuk pembangunan di Papua Barat selama 25 Tahun mulai dari 1 Mei 1963,

7. Amerika Serikat menjamain rencana Bank Dunia dan menerapkan Transmigrasi orang Indonesia ke Papua Barat.

Setelah kedua perjanjian itu di lakukan, maka implementasi pertama yang di lakukan oleh pihak Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat adalah penyerahan Papua Barat dari UNTEA kepada NKRI pada 1 Mei 1963 sesuai aturan The New York Agreement pada 15 Agustus 1962 nomor ke-dua ; itulah awal rakyat Papua Barat di aneksasi atau di paksa masuk bersama NKRI.  Dan Belanda meninggalkan Papua Barat kemudian Indonesia masuk dengan kekerasan militer yang sangat represif yang membuat traumatis-traumatis terbaru di tanah Papua Barat. Pada The Secret Memmorandum of roma (30 September 1961) dan The Roma Joint Statement (20-21 Mei 1969) nomor ke-enam mulai 1 Mei 1963 Amerika serikat meminjam uang di Bank Pembangunan Asia (UNDP) untuk selama 25 tahun, tetapi uang yang di pinjamkan Indonesia membeli TV Nasional RCTI mereka yang pertama kali di Indonesia; Mulai dari Tahun 1965 Awal permulaan Indonesia mengrim Transmigran di tanah Papua Barat secara tanpa melihat aturan adat wilayah adat seperti dalam nomor Tujuh The Secret Memmorandum of roma (30 September 1961) dan The Roma Joint Statement (20-21 Mei 1969). Dan pada  The Secret Memmorandum of roma (30 September 1961) dan The Roma Joint Statement (20-21 Mei 1969) nomor ke-lima untuk melakukan investasi  eksploitasi  Freeport Mc Moran seperti yang di jelaskan bagian awal bahwa penandatangan Freeport Mc Moran Pertama 07 April 1967. Setelah dua tahun sebelum  Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) Freeport Mc Moran sudah masuk , inilah ilegal  konstitusi yang di lakukan oleh sepihak Amerika Serikat, Belanda, Indonesia. Pepera di lakukan dari 14 Juli hingga 2 Agustus 1969 sesuai aturan New York Agreement dan plebisit (Musyawarah) yang di lakukan lewat system perwakilan, bukan satu orang satu suara (One man One Vote) Sekitar 1025 orang yang terpilih untuk mewakili 800.000 Juta populasi manusia Papua Barat tetapi dengan ancaman penuh militer Indonesia sehingga yang hanya memilih Indonesia 175 orang saja . Kemudian hasil dari PEPERA membuat Resolusi SU PBB No. 2504 (XXIV) pada November 1969 tetapi banyak kekerasan yang di lakukan dalam PEPERA tersebut dan deskriminasi menangani PEPERA di ancam dengan pembunuhan, pemerkosaan, pengancaman dengan senjata dll.  Dan pada 1971, Organisasi Papua Merdeka di pimpin oleh Seth Jafet Rumkorem ; sekarang OPM di sebut TPNPB  mendeklarasikan kembali kemerdekaan di desa Waris jayapura  perbatasan kota PNG dan sebagai menentang Indonesia bahwa harus menghargai kemerdekaan Papua Barat yang pernah berevolusi sejak, 01 Desember 1961. Dan sebelumnya, Organisasi Papua Merdeka terbentuk sejak 1965 yang di pimpin oleh Jhon Aris dari Partai Orang Newgunea (PON) membentuk OPM tersebut dan TPNPB sebagai sayap militer terbesar yang sekarang pun masih melakukan aksi-aksi gerilya melawan system dan Tentara Indonesia. Kemudian lanjut dengan Aksi militer Indonesia yang membunuh Arnold C. Ap di Pantai pasir Enam di Jayapura 26 april 1986, Arnold C. Ap sebagai seniman Papua Barat dalam membangkitkan nasionalisme rakyat Papua Barat. Pada 1 July 1988 Dr. Thomas Wanggai mengibarkan Bintang Empat Belas menuntut sesuai perjanjian The Secret Memmorandum of roma (30 September 1961) dan The Roma Joint Statement (20-21 Mei 1969) pada nomor ke-enam bahwa Indonesia menduduki Papua Barat selama 25 Tahun dari tahun 1963 sampai 1988, maka Dr. Thomas wanggai mengibarkan  di Lapangan Sepak Bola Mandala Jayapura. Namun, dia dapat  di penjarahkan dan meninggal dalam penjara  tahun 1996 akibat racun oleh militer. Pembunuhan Theys Hiyo Eluay secara misterius oleh militer Indonesia di Papua Barat, Theys adalah Pemimpin Presidium Dewan Papua (PDP), di mana theys dapat diundang oleh Komandan Kopassus Satgas Tribuana dan dalam agenda itulah theys dapat di bunuh pada 10 November 2001.

Beragam opersai Militer Indonesia Lakukan di Tanah Papua Barat sejak bangsa Papua Barat di aneksasi  masuk dalam NKRI, inilah beragam operasi yang di lakukan Operasi operasi Militer lewat udara dan jalur darat dalam fase infiltrasi seperti Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Naga, Operasi Rajawali, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu, Operasi Sadar. Operasi lewat laut adalah Operasi Show of Rorce, Operasi Cakra, dan Operasi Lumba-lumba. Sedangkan pada fase eksploitasi dilakukan Operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus (Opsus), Operasi Wisnumurti, Operasi Brathayudha, Operasi Wibawa, Operasi Mapiduma, Operasi Khusus Penenganan Pepera, Operasi Tumpas, Operasi Koteka, Operasi Senyum, Operasi Gagak, Operasi Kasuari, Operasi Rajawali, operasi maleo.  Beragam derita rakyat Papua Barat mengalami diskriminasi dalam system Indonesia dan kehadiran Freeport merupakan dalang pembungkaman sejarah Papua Barat yang terus menerus meresahkan rakyat Papua Barat yang ada di tanah Papua Barat.

Solusi

Akhir dari rangkaian di atas, bahwa  kondisi terpenting adalah analisis mengenai Freeport Mc Moran yang hadir di tanah Papua Barat dan Sejarah untuk hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat menjadi sebuah catatan yang terpenting untuk menggali beragam informasi menuju pada tahapan revolusi kemerdekaan yang sejati. Dan dengan menegasikan konsep kebangsaan menuju pada persatuan nasional Papua Barat untuk menemukan kedaulatan kedaulatan

Sumber
https://sejarahlengkap.com/indonesia/sejarah-freeport
https://historia.id/politik/articles/riwayat-masuknya-modal-asing-ke-indonesia-DWVy1
https://vik.kompas.com/freeport/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Freeport_Indonesia
https://geografie.nl/knag
http://m.kajanglako.com/id-6068-post-ekspedisi-perhimpunan-ilmu-bumi-kerajaan-belanda-di-nusantara---.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ekspedisi_Papua_Selatan_(1907)
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jean_Jacques_Dozy
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Jan_Carstenszoon
https://www.tambang.co.id/ekspedisi-colijn-temukan-ertsberg-si-gunung-emas-17949/
https://www.kompasiana.com/liayuniar/5c2008396ddcae7dc0505354/merangkai-jejak-trah-soemitro-terhada
http://viyaya-life.blogspot.com/2018/07/sejarah-awal-diplomasi-indonesia-dengan.h
https://m.merdeka.com/freeport-mcmoran/profil/
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20160523142242-20-132789/riwayat-freeport-memburu-harta-karun-di-papua
http://www.wacana.co/2009/12/kisah-kelam-di-balik-gunung-emas-nemangkawi/
https://www.google.co.id/amp/s/beritagar.id/artikel-amp/berita/pusat-minta-papua-selesaikan-polemik-saham-freeport
https://korankejora.blogspot.com/2017/04/ptfreeport-dalam-kewaspadaan.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suku_Amungme
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suku_Kamoro
http://megaroroajeng.blogspot.com/2013/02/mengenal-sejarah-suku-kamor
https://www.google.co.id/amp/s/www.mongabay.co.id/2017/04/05/masyarakat-amungme-dan-kamoro-sikapi-soal-freeport/amp/
https://www.google.co.id/amp/s/m.kumparan.com/amp/@kumparannews/suku-amungme-dan-kamoro-beberkan-dampak-tambang-pt-freeport-indonesia
https://tirto.id/catatan-pembunuhan-demi-freeport-ckkc
https://www.google.co.id/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/1157108/temuan-lengkap-bpk-soal-kerusakan-lingkungan-freeport-indonesia
https://tirto.id/klhk-klaim-sudah-antisipasi-dampak-tailing-freeport-ddQJ
https://tirto.id/1965-kekerasan-brutal-perdana-militer-indonesia-di-papua-cAYZ

Ilustrasi Gambar oleh Koran Kejora
Karya, A. Helena Kobogau

Perjuangan itu bukan hanya sebuah khayalan,
perjuangan itu bukan hanya sebuah rutinitas,
perjuangan itu bukan hanya sebuah warisan,
perjuangan itu bukanlah hanya sebuah masa lalu.

perjuangan itu bukan hanya berpengetahuan tinggi,
perjuangan itu bukan hanya berteori,
perjuangan itu bukan hanya duduk berpikir dan berdiskusi,
perjuangan itu bukan hanya dengan menulis dalam sebuah lembaran kertas putih dengan tinta sebuah pena.

perjuangan itu bukan hanya kata-kata yang diucapkan,
perjuangan itu bukan dengan berteriak dijalan dengan hanya memegang meghapon,
perjuangan itu bukan hanya bermilitansi,
perjuangan itu bukan hanya sebuah hiasan didinding sebuah rumah,
perjuangan itu bukan hanya berlutut dan memohon pada yang Kuasa.

perjuangan itu bukan hanya berbuat baik,
perjuangan itu bukan hanya dengan siapa kita berteman,
perjuangan itu bukan hanya berbagi kepada orang lain,
perjuangan itu bukan hanya menilai dari satu sisi saja,
perjuaangan itu bukan hanya melihat derita dan tangisan.

perjuangan itu bukan bukan sebuah fisik namun sebuah eksperiment dari perpaduan antara jiwa dan fisik dengan membentuk sebuah pola pemahaman yang sejati akan perjuangan itu sendiri.
Perjuangan itu adalah urat nadi dan nafas dalam setiap aktifitas.
Perjuangan itu tidak memandang usia dan batas waktu.

Perjuangan itu merupakan satu kesatuan dari kelompok-kelompok manusia.
Perjuangan itu adalah dengan mengerjakan hal-hal paling kecil dengan tekun dan penuh tanggung jawab.
Perjuangan itu tidak ada yang namanya perbedaan antara klas-klas dalam suatu tatanan masyarakat.
Perjuangan itu baru akan dimulai ketika ego pribadi itu dikalahkan dalam diri individu itu sendiri.
Perjuangan itu bukan hanya melihat sesuatu yang besar [diatas], namun merendahkan diri antara satu dengan yang lain.
Perjuangan itu adalah dengan menjadi seorang yang siap sedia dalam hal apapun untuk membuat revolusi-revolusi dalam kalangan masyarakat tertindas.

Perjuangan itu hanya dapat dimulai dari diri sendiri dengan dipupuk oleh kesadaran melihat sebuah  realitas, berpikir kristis, dan bertindak produktif dalam siklus kehidupan yang proaktif.
Perjuangan itu juga merupakan senjata perlawanan paling ampuh yang harus kita siapkan untuk melawan musuh leluhur moyang kita.

Perjuangan itu dengan mempertahankan harga diri serta identitas secara terhormat.
Perjuangan itu merupakan bunga-bungan cinta dalam kerja-kerja revolusi.
Perjuangan itu adalah harkat derajat dan martabat suatu masyarakat dijunjung tinggi.
Perjuangan itu merupakan sebuah seni dalam budaya leluhur yang harus dipertahankan.
Perjuangan itu merupakan lestarinya alam dan bumi sebagai pijakkan kaki yang terindah.

Perjuangan itu merupakan darah dan tulang yang menggerakkan tubuh dan jiwa untuk dapat memaknai sesungguhnya arti dari perjuangan itu sendiri.
Perjuangan itu adalah menciptakan satu kesatuan dalam kehidupan yang bedah.
Perjuangan itu dapat mempersatuhkan keunikan dari suku-suku budaya dan bahasa yang beragam.
Perjuangan itu merupakan tindakan nyata yang harus diwujud nyatakan dalam “PERSATUAN PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT” sebagai perjuangan yang Sejati, Luhur dan Mulia, serta Nan Abadi Selamanya.

Photo Ilustrasi Koran Kejora
Oleh: Armand Axel

Pengantar

Massa adalah segolongan orang yang memiliki kepentingan dan tujuan  sama, inilah dasar ikatan bagi kerja-kerja mengorganisasikan kedalam sebuah organisasi massa. Massa merupakan tenaga produktif dimana selain memproduksi barang materiil juga memproduksi nilai-nilai sosial. Oleh karenanya, massa adalah sumber pengetahuan sekaligus pembentuk peradaban dan sejarah. Tetapi  selain menjadi sumber ide, massa juga pelaksana ide. Massa juga merupakan sumber bagi lahirnya pemimpin/pimpinan, maka antara massa dan pimpinan mempunyai saling hubungan yang erat. Disinilah letak strategis dari karya massa, dari massa ide revolusi lahir sekaligus sebagai pelaksana ide revolusi tersebut. Maka tidak akan ada revolusi tanpa kekuatan massa.

Oleh karena itu setiap golongan massa mempunyai karakter-karakter khusus tersendiri, disesuaikan dengan apa pekerjaan yang dilakukan oleh massa. Karakter massa massa masyarakat adat tentu berbeda dengan kelas buruh dan massa kaum tani tentunya berbeda begitu juga dengan golongan massa lainnya, seperti kaum miskin kota, pemuda, mahasiswa atau golongan massa lainnya.

Kerja massa merupakan satu langkah bagaimana kita menerapkan prinsip membangkitkan, mengorgnisasikan dan menggerakkan massa. setiap pekerjaan harus mampu kita rumuskan secara sistematis dan kita kerjakan dengan intensif dan berkelanjutan. Pekerjaan tanpa sistematika akan berjalan dengan alamiah atau spontanitas yang akan membawa hasil buruk bagi pekerjaan kita. Pekerjaan tanpa kita laksanakan dengan intensif dan berkelanjutan, adalah gaya amatiran yang tidak akan membuahkan kemajuan apa pun. Jelaslah bahwa Kerja Massa adalah sistematika untuk membangkitkan kesadaran massa dari yang terbelakang menjadi lebih maju dengan mengenal beragam hak-hak demokratisnya, mengorganisasikan massa dan menggerakkan massa agar terlibat dalam perjuangan massa. Maka menjadi penting bahwa organisasi harus mampu merumuskan ide-ide perjuangan yang didapatkan dari massa sekaligus didukung secara luas oleh massa. Dengan demikian organisasi  adalah milik massa dan massa akan terlibat secara aktif dalam mengembangkan organisasi serta perjuangan.

Dalam menjalankan Kerja Massa kita akan diperkenalkan pada prinsip-prinsip utama tentang Tujuan dan Garis dari Kerja Massa, Kerja Propaganda dan Pendidikan Massa, Pengorganisasian Massa, Tentang Menggerakan Massa, Tentang Konsolidasi dan Perluasan. Dan atas  keyakinan yang kita pegang teguh harus berlandaskan pada hal yang ilmiah, maka keyakinan tersebut harus bisa kita rumuskan dalam teori dan bisa dipraktekkan oleh kita semua. Pengertian teori bagi kita adalah pedoman untuk praktek. Keduanya memiliki hubungan dialektis dan tak terpisahkan. Tanpa panduan teori yang maju, gerakan kita akan terjebak dalam praktek yang asal-asalan, compang-camping dan tradisional. Gerakan tersebut tidak akan membawa banyak kemajuan dan tidak akan mencapai kemenangan. Pun sebaliknya, teori tanpa praktek adalah omong kosong. Keyakinan tanpa dilandasi oleh tindakan yang ilmiah juga suatu lamunan kosong (utopia). Dengan keyakinan dan tindakan ilmiah, akan memastikan bahwa kita semua bisa mempraktekkan kerja massa dan mencapai cita-cita mulia bersama.

A. Tujuan dan Garis dari Kerja Massa

1. Tujuan Kerja Massa

Massa adalah segolongan orang yang memiliki kepentingan dan tujuan  sama, inilah dasar ikatan bagi kerja-kerja mengorganisasikan kedalam sebuah organisasi massa. Massa merupakan tenaga produktif dimana selain memproduksi barang materiil juga memproduksi nilai-nilai sosial. Oleh karenanya, massa adalah sumber pengetahuan sekaligus pembentuk peradaban dan sejarah. Tetapi  selain menjadi sumber ide, massa juga pelaksana ide. Massa juga merupakan sumber bagi lahirnya pemimpin/pimpinan, maka antara massa dan pimpinan mempunyai saling hubungan yang erat. Disinilah letak strategis dari karya massa, dari massa ide revolusi lahir sekaligus sebagai pelaksana ide revolusi tersebut. Maka tidak akan ada revolusi tanpa kekuatan massa.

Oleh karena itu setiap golongan massa mempunyai karakter-karakter khusus tersendiri, disesuaikan dengan apa pekerjaan yang dilakukan oleh massa. Karakter massa massa masyarakat adat tentu berbeda dengan kelas buruh dan massa kaum tani tentunya berbeda begitu juga dengan golongan massa lainnya, seperti kaum miskin kota, pemuda, mahasiswa atau golongan massa lainnya.

Kekuatan massa perubahan adalah kekuatan massa yang terdidik, terpimpin dan terorganisir. Massa yang terdidik dalam artian memahami apa yang diperjuangkan, massa terpimpin artinya menjalankan tindakannya sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama, kemudian terorganisasi. Artinya tidak terpisah-pisah dalam kelompok-kelompok/individu.

Organisasi massa adalah alat perjuangan massa. Sebagai alat perjuangan tentunya upaya dari massa untuk memajukan organisasi, baik secara kuantitas massa dan juga secara kualitas. Menuju tumbuh dan kembangnya organisasi dibutuhkan kerja massa yang berkesinambungan, inilah pentingnya kerja massa menjadi pekerjaan harian dan berkelanjutan dari organisasi. Hal ini juga tak lebih dari bagaimana upaya kita semua di organisasi untuk semakin sering dan banyak memenangkan tuntutan massa.

Jadi Kerja Massa kita memiliki tiga tujuan utama. Pertama adalah membentuk, mengkonsolidasikan, dan memperluas serta memperkuat organisasi. Kedua membangun dan mengkonsolidasikan fondasi yang kuat dan luas perjuangan demokratis nasional di tengah-tengah massa. Perjuangan massa tidak akan memperoleh kemajuan dengan kokoh tanpa dukungan massa yang luas. Ketiga adalah membangun fondasi yang luas dan kokoh bagi badan-badan pimpinan tiap level organisasi.

2. Garis Massa

Organisasi Massa harus dapat memastikan bahwa seluruh anggota memiliki hubungan yang erat dengan massa. Dari hari ke hari kita harus terus belajar mencintai massa, mendengarkan aspirasinya, bersatu dengan mereka, dan terus berusaha keras meninggikan kesadaran politiknya setahap demi setahap dan menunjukkan cara agar massa dapat mengorganisasikan diri dan bertarung dengan musuh klasnya atas nama kepentingan diri mereka sendiri dan perjuangan DemNas. Inilah yang disebut garis massa, yang berhadap-hadapan secara diametral dengan komandoisme dan mengekorisme, dua penyakit yang senantiasa menganganggap massa bukan siapa-siapa dan tidak layak dipercaya.

Komandoisme adalah seakan-akan kita tahu massa, main perintah, duduk dibelakang meja dan ongkang-ongkang kaki. Inilah cara berfikir dan bertindak komandoisme. Tidak mengindahkan perlunya hidup ditengah-tengah massa dan bekerja bersama massa. Tetapi berdiri terpisah dan jauh dengan massa. Maka cara bertindak seperti ini bukanlah jalan massa. Dampak bagi massa ketika pimpinannya mengidap komandoisme adalah patronase atau timbulnya ketergantungan pada pimpinan tersebut. Karena massa tidak dilatih untuk memimpin dan mengembangkan ide dan prakteknya.

Mengekorisme adalah ketika kita hanya mengikuti massa, tidak berinisiatif untuk membangkitkan mereka. Berdiri di barisan paling belakang dari massa, dengan membiarkan kesalahan-kesalahan yang ada pada massa. Tidak berusaha membetulkannya apalagi mengarahkan dan memimpinnya. Berfikiran bahwa suara massa adalah suara tuhan, sehingga semuanya dianggap benar. Bahwa massa sudah memiliki tingkat kesadaran yang maju. Inilah bentuk mengekorisme yang akirnya akan merugikan massa itu sendiri dan menguntungkan musuh.

Kedua hal tersebut adalah yang akan merintangi kemajuan gerakan mahasiswa demokratis dalam memperjuangkan hak-haknya melawan imperialisme, Kolonialisme dan Militerisme. Agar kita dapat tepat menghindari kedua hal tersebut kita harus menjalankan garis massa dengan tepat, melalui: langgam kerja yang demokratis, selalu berada dekat dengan massa, menyelenggarakan diskusi kolektif dengan massa, melakukan investigasi sosial dan analisis kelas.

Garis massa dalah prinsip yang melandasi semua pekerjaan sehari-hari. Rumusanya adalah dari massa untuk massa. Segala sesuatunya datang dari massa, dilaksanakan oleh massa dan dikembalikan kepada massa. Apapun yang datang dari massa, sesuai dengan tingkat kesadarannya, akan terpisah-pisah dan tidak sistematis. Tugas kita adalah membuatnya menjadi sistematis, menganalisis berdasarkan cara berpikir yang benar, dan memberikan panduan dan keputusan untuk kita kembalikan pada massa. Demikian seterusnya.

Garis massa memegang ajaran yang menegaskan bahwa organisasi harus percaya dan bersandar sepenuhnya pada massa. Perjuangan hanya dapat dimenangkan apabila organisasi dapat benar-benar menyatu dengan massa dan menggerakkan massa dalam bentuk perjuangan taktis atau jangka panjang. Karena organisasi tidak dapat menggantikan kedudukan massa dalam perjuangan, demikian pula sebaliknya.

Selain hal tersebut diatas, beberapa prinsip garis massa yang harus digenggam secara teguh adalah: Mengerti kepentingan massa, Memperhatikan perasaan massa, Mendengar suara massa, Mempercayai dan menyimpulkan pikiran massa, Mengarahkan dan memimpin kehendak massa.

3. Arti Penting ISAK Dalam Kerja Massa

ISAK adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang keadaan alam dan keadaan sosial (masyarakat) di suatu tempat, hal tersebut bisa jadi termasuk kampus, desa ataupun kota. Penyelidikan sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerja massa di manapun. ISAK Bukan hanya pekerjaan untuk memenuhi tugas belajar, bukan pula pekerjaan proyek yang orientasinya lebih pada keuntungan jangka pendek khususnya finansial. Penyelidikan sosial merupakan sebuah upaya yang sungguh-sungguh dan serius untuk meneliti keadaan kampus dan keadaan masyarakat, sehingga kita dapat memahami dan mengerti tentang persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat sebab-sebabnya dan perjuangan apa yang mesti dilancarkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebagai bagian tidak terpisahkan dari kerja massa, maka prinsip penting dalam investigasi sosial bahwa tujuan investigasi sosial bukan semata-mata untuk mengetahui sehingga mampu menerangkan situasi konkret yang ada, tapi lebih penting dari itu adalah merubah keadaan atau situasi tersebut menjadi lebih baik. Karena mampu menerangkan situasi adalah penting, tetapi lebih penting lagi adalah mengubahnya. Jadi investigasi sosial merupakan pekerjaan aktif untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Maka di setiap tempat, kita harus mengetahui komposisi dari populasi, menentukan klas-klas yang progresif, kekuatan menengah dan kekuatan reaksioner. Berdasarkan hal di atas dalam menjalankan kerja massa kita menekankan pada klas utama dan berjumlah besar yang tersedia di tempat tertentu. Untuk itulah kita memakai ISAK sebagai nafas organisasi.

Sasaran studi ISAK adalah analisis keadaan masyarakat secara keseluruhan dan khususnya keadaan massa di tempat kita bekerja, sebab mereka adalah sumber data dan informasi yang kongkret keadaan mereka adalah obyek khusus dari studi dan analisis kita. Di sini kita menerapkan prinsip,analisis kongkret atas situasi kongkret. Karena dengan ISAK kita dapat memahami klas yang kongkret dalam masyarakat, keadaan klas-klas, dan hubungan ekonomi, politik dan kebudayaan antara satu klas dengan klas lainnya. Sehingga kita dapat meletakkan orientasi yang benar dalam pekerjaan massa kita. Kita juga dapat menentukan bentuk dan metode propaganda, pengorganisasian, dan mobilisasi massa yang tepat. Tanpa ISAK yang menyeluruh, seksama dan tepat, kerja massa tidak akan efektif. Juga tanpa ISAK kita tidak akan dapat memastikan kebenaran taktik dan tujuan dari gerakan massa. Makatidak ada hak bicara tanpa investigasi. Kita harus menjalankan dan menerapkan kerja massa dengan menjadikan ungkapan tersebut sebagai acuan.

ISAK akan menjelaskan masalah utama dan sekunder massa, masalah mendesak dan jangka panjang yang akan dihadapi massa. Menjelaskan hal ini adalah bagian dari orientasi dari gerakan massa di tempat tertentu, dan memastikan sasaran yang tepat dari gerakan massa. Misalnya, di perkotaan penghisapan setengah kolonial dan setengah feodal memiliki bentuk nyata di tangan rezim pemegang kebijakan yang memanifestasikan kedudukan klasnya sebagai Kapital Birokrat sekaligus Borjuasi Besar komprador dan Kapital birokrat. Karena itu kita harus memahami hal ini dengan benar untuk dapat memimpin gerakan perkotaan secara efektif.

Investigasi sosial bisa dilakukan oleh siapa pun; Buruh, Buruh Tani, Kaum Miskin Kota, Perempuan, Pemuda-Mahasiswa-Pelajar. Singkatnya yang menjalankan investigasi sosial adalah pihak yang menginginkan perubahan. Pemikiran dan pandangan tersebut berdasarkan bahwa semua orang harus mengubah nasibnya dan pekerjaan investigasi bukan melulu mengumpulkan data tapi mengumpulkan, menganalisa dan menyimpulkan. Investigasi sosial juga merupakan sebuah cara untuk tidak bekerja secara serampangan, asal-asalan atau sembarangan. Banyak orang malas untuk melakukan investigasi sosial, malas untuk meneliti secara mendalam kondisi di mana ia hidup, bekerja dan bertempat tinggal. Banyak orang juga berkata bahwa hanya dengan membaca buku, koran atau merenung di rumah, maka mereka akan mengerti tentang situasi konkret masyarakat. Adalah tidak benar bahwa tanpa melangkahkan kaki ke luar pintu rumah, maka kita dapat mengerti dan memahami banyak hal. Yang akan terjadi kemudian justru apa yang ada dalam pikiran kita yang kita anggap sebagai kebenaran dan kenyataan dan bukannya kenyataan dan kebenaran itu sendiri yang ada di luar diri kita, di tengah massa rakyat. Itu adalah kesalahan berpikir dan kesalahan di dalam memahami kenyataan dan situasi konkret.

Pekerjaan invenstigasi juga bagian dari pekerjaan menjaga kehidupan koletif organisasi. artinya dalam membangun kehidupan kolektif dibutuhkan saling memahami situasi kolektif, saling mengerti dan kemudian ada upaya untuk menyelesaikan problem yang dihadapi. Untuk mengetahui situasi objektif kolektif kita, dibutuhkan investigasi. Kegiatan ini bukan untuk mencari tahu kekurangan dan kelebihan individu-individu bagian dari kolektif saja, tapi mengetahui dan merumuskan langkah tepat untuk menyelesaikan beragam problem kolektif. Ini juga mengakkan aspek menjaga, melindungi dan mengingatkan dalam kehidupan kolektif organisasi.

B. Kerja Propaganda dan Pendidikan Massa

1. Arti Penting Propaganda

Propaganda adalah penyebarluasan pengetahuan tentang situasi kongkrit yang ada kepada individu, kelompok, maupun massa luas secara sistematis dan terus menerus guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka sehingga tergerak untuk bertindak mengubah keadaan. Kerja propaganda merupakan salah satu pekerjaan kebudayaan yang kita lakukan untuk meningkatkan taraf kebudayaan massa. Saat ini jika kita lihat secara umum masih banyak massa yang belum memiliki kesadaran maju, hal ini salah satunya adalah makin gencarnya imperialisme menanamkan nilai nilai budaya yang mereka inginkan seperti pola kehidupan yang liberal, individualistic, konsumtif, kurang peka sosial dan sebagainya yang mengakibatkan rendahnya tingkat kesadaran massa.

Dalam kondisi seperti ini, propaganda menjadi sangat penting sebab dengan propaganda kita dapat menjangkau massa luas baik yang telah terorganisasi maupun belum untuk menyampaikan, menjelaskan, dan menggelorakan hasil ISAK serta tujuan dan tugas perjuangan massa di setiap periode, tingkatan dan tempatnya. Propaganda harus dijalankan oleh seluruh anggota dan organisasi di setiap kesempatan untuk mendekatkan organisasi dengan massa dan massa dapat mengerti peranannya secara umum dan tugasnya secara khusus dalam perjuangan demokratis nasional.

Harus kita pahami bahwa massa merupakan tenaga produktif, karena selain memproduksi barang materiil juga memproduksi nilai-nilai sosial. Sehingga propaganda kita memiliki tiga tugas utama yang saling berhubungan satu sama lain: pertama, memblejeti musuh-musuh rakyat dan semua skema anti rakyat yang mereka telah, sedang dan akan mereka terapkan. Kedua, menjelaskan tentang garis, program dan kebijakan organisasi Ketiga, menganalisis dan menggambarkan kehidupan dan perjuangan massa.

Untuk itulah, propaganda massa memegang peranan penting dalam meningkatkan kesadaran massa dan membuatnya bergerak mengubah keadaan. Propaganda mempunyai peranan penting dalam membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakkan massa. Propaganda yang kita lakukan adalah langsung ke tengah massa di pusaran lubuk hati dan pikirannya.

Dalam menjalankan propaganda kita mesti memegang teguh prinsip-prinsipnya yakni: Ilmiah; artinya sesuai dengan kenyataan yang ada, Belajar dari Massa; Propaganda yang kita jalankan harus didasarkan dari proses belajar kita dari massa, karena massa adalah sumber ide dan praktek, Jujur; Propaganda harus berdasarkan pada fakta akan data yang sesungguhnya dan panduan garis politik untuk bertindak yang tepat, Berkesinambungan; Propaganda tidak dapat dilakukan dengan hanya satu atau dua kali pekerjaan. Namun karena situasi massa di bawah penindasan imperialisme,Kolonialisme dan Militerisme yang telah mengakar, maka propaganda harus dilakukan terus menerus dan meningkat sedikit demi sedikit, Sesuai dengan Pikiran dan Perasaan Massa; Garis massa adalah yang melandasi prinsip ini. Kita menyebarkan bahan propaganda atas dasar pertalian erat kita dengan massa, medengarkan, memperhatikan, dan bersama massa menyelesaikan persoalan mereka.

2. Arti Penting Kerja Pendidikan

Pada dasarnya kerja pendidikan memiliki tujuan yang sama dengan propaganda yaitu untuk mempertinggi kesadaran massa agar bersedia ambil bagian aktif sepenuh hati dalam perjuangan massa. Dan mendapatkan pendidikan adalah hak massa semutlaknya.

Kerja pendidikan mengambil peranan penting untuk memberikan dasar teori yang kuat bagi massa untuk ambil bagian dalam gerakan demokratis. Pendidikan juga mengembangkan kemampuan dan keahlian massa agar dapat menjalankan pekerjaan massanya dengan efektif.

Kerja eduksi tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan membangun dan mengkonsolidasikan organisasi massa. Jika massa sudah mampu belajar secara sistematis dan rutin, bila pandangan ideologi dan politiknya telah berakar baik di tengah mereka sendiri maka hal tersebut akan menjadi pedoman yang terus berkembang dalam setiap perjuangan massa dalam waktu yang panjang. Juga demikian halnya dengan kemampuan dan keahliannya akan tumbuh dan berkembang semakin kaya dan komplit.

Adalah sangat vital bagi kita memiliki program untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan massa, aktivis massa setahap demi setahap. Kita harus memastikan sebesar-besarnya waktu bagi pekerjaan edukasi karena ini adalah pekerjaan massa yang sangat penting.

3. Bentuk dan Metode Pendidikan Massa

Pendidikan adalah studi tentang perjuangan massa dan perubahan sosial yang dilakukan oleh massa yang telah diorganisasikan yang bersifat formal, tersentral dan sistematis. Bentuk pendidikan massa ada dua yaitu kursus umum dan kursus khusus.

Kursus khusus adalah usaha untuk menjelaskan sejarah, sifat dan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi oleh klas atau sektor yang kita organisir dan gerakkan. Kursus khusus bagi gerakan tani adalah mendiskusikan masalah feodalisme dan reforma agraria. Kursus khusus bagi klas buruh adalah mendiskusikan tentang gerakan serikat buruh dan gerakan pemogokan. Kursus khusus bagi gerakan perempuan adalah mendiskusikan problem perempuan dan pembebasannya. Dan kursus khusus bagi gerakan pemuda adalah mendiskusikan tentang problem pemuda dan tujuan yang benar dari gerakan pemuda.

Sementara itu kursus umum adalah kursus yang membahas masalah studi tentang sejarah Papua, tiga masalah pokok rakyat Papua saat ini dan prinsip serta tugas utama dari perjuangan demokratis nasional.

Setelah kursus umum dan khusus kita sudah mulai mengenalkan tentang dasar-dasar teoritik. Seperti mendiskusikan tentang sikap aktivis massa dalam hubungannya dengan pelayanan terhadap massa, soal kritik dan oto-kritik, masalah rela berkorban, prinsip dasar sentralisme demokratis, masalah garis massa dan kepemimpinan kolektif, ISAK, dan beberapa prinsip tertentu dan terbatas tentang dialektika materialis dan dialektika historis. Bersamaan dengan itu, massa diberikan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dan keahliannya dalam memimpin organisasi massa, kerja propaganda, mengembangkan produksi, kesehatan dan obat-obatan, kebudayaan dan kesusasteraan, dan lain sebagainya.

Karena posisinya yang vital dalam peningkatan kualitas massa dan bersifat formal, tersentral dan sistematis, maka metode pemerian pendidikan hari ini tak lagi mengenal istilah serapangan dan kurang persiapan atau dengan istilah lain sekadar melaksanakan program dengan peserta yang serabutan. Hal utama yang harus kita pastikan dalam pelaksaksanaan pendidikan adalah, peserta memahami arti pentingnya pendidikan bagi peningkatan kualitasnya dalam menjalankan dan meluaskan pengaruh organisasi dan perjuangan demokratis nasional. Dengan demikian metode pendidikan bisa diatur secara sistematis dengan kategori regular dan khusus.

Pemerian pendidikan secara regular dilakukan mingguan, dua mingguan, atau bulanan dengan materi-materi umum yang mengarah pada skill umum dan skill keorganisasian. Pendidikan regular ini bersifat luas dan terbuka untuk massa dengan tujuan bukan untuk meningkatkan kemampuan individual semata, tetapi juga dibarengi dengan perspektif untuk dikembangkan menuju perjuangan bersama dengan organisasi.

Pemerian pendidikan secara khusus digelar dengan waktu, ruang, dan serangakaian materi khusus yang tujuan dan targetnya mengarah pada kurikulum pendidikan organisasi.

C. Pengorganisasian Massa

1. Arti Penting Kerja Pengorganisasian

Pengorganisasian massa adalah kegiatan membangun, mengorganisasikan dan menggerakkan massa. Kegiatan Rekruitment anggota merupakan salah satu poros pekerjaan organisasi. Pekerjaan yang mempunyai andil bagi penambahan anggota dalam organisasi. Bagaimana menjangkau massa mahasiswa luas, meningkatkan kesadarannya, dan mendorong keterlibatan massa dalam organisasi sebagai alat perjuangan. Prinsip rekruitment luas dan terbuka, luas dalam artian menjangkau massa secara luas berdasarkan wilayah teritori kerja massa kita. Prinsip luas mensyaratkan kita untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat diketahui oleh massa mahasiswa luas. Sedangkan terbuka bahwa kegiatan recruitment yang dijalankan membuka seluas-luasnya kepada massa untuk mendaftarkan menjadi anggota organisasi. Kita harus dapat mengorganisasikan massa secara luas, mempersatukan mereka dengan kuat dalam sebuah kolektivitas Grup Anggota dan mempersiapkan mereka untuk melawan musuh klasnya secara keseluruhan. Bila massa tidak solid mereka hanya akan melawan musuh klasnya secara terbatas dan dalam waktu serta keadaan tertentu saja. Tujuan kita adalah menjadikan massa sebagai benteng perjuangan yang kokoh.

2. Prinsip Kerja Pengorganisasian

Dalam mengorganisasikan massa harus memegang dua prinsip penting yaitu: percaya dan menyandarkan diri sepenuhnya pada massa. Kedua, melakukan pengorganisasian luas untuk perjuangan massa.

Prinsip bersandar dan sepenuhnya percaya pada massa dalam prakteknya diwujudkan dengan memberikan keleluasan kepada massa untuk belajar menjalankan aksi berdasarkan inisiatif dan kehendaknya sendiri dalam menjalankan tugas. Ini sangat penting dalam rangka memunculkan sebanyak-banyaknya massa yang siap untuk menjalankan tugas-tugas organisasi. Kita harus senantiasa memahami bahwa ketika massa mengerti dan memegang tujuan perjuangan dan membangun kekuatannya sendiri maka mereka akan menjadi kreatif dan gigih dalam menjalankan pekerjaannya sendiri. Maka pimpinan dan aktivis massa akan lahir dari lapisan-lapisan massa sendiri.

Maka kepemimpinan dalam organisasi massa haruslah tersusun atas pimpinan yang dapat dipercaya, bersemangat, dan dihormati. Singkatnya mereka berasal dari klas pokok, memiliki cacatan kemanusiaan yang luar biasa, siapa yang dapat dipercaya dan memiliki perhatian luar biasa pada masalah umat manusia. Kepemimpinan harus dibentuk, dididik, ditempa untuk bekerja dan berjuang bersama-sama. Suasana dalam kolektif harus sehat dan bila ada yang terbelakang dan sulit untuk dikembangkan maka harus diganti dengan yang baru dan segar.

3. Sistematika Kerja Pengorganisasian

Ada dua metode pengorganisasian yang diantaranya tidak saling menegasikan melainkan dilaksanakan secara bersamaan, yakni: personal approach (pendekatan perseorangan) dan kolektif approach (pendekatan kolektif).

Untuk mendapatkan kontak, kita bisa memulai dengan pendekatan personal terhadap orang-orang terdekat untuk menggelar kegiatan luas dan terbuka di kampus seperti diskusi terbuka seminar/ edukasi massa dengan mengundang lembaga kampus dan menempel poster di seluruh titik strategis kampus yang dikerjakan secara kolektif. Dari peserta diskusi yang hadir kita bisa mempromosikan organisasi dan garis politik organisasi. Atau membuka open recruitment secara terbuka dan luas dengan memasang poster open recruitment. Bisa juga dalam setiap kegiatan organisasi kita undang massa secara luas untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.

Setelah kita mendapatkan kontak yang positif dengan bentuk mengisi formulir keanggotaan, kemudian kita satukan mereka dalam Group Anggota untuk melaksanakan program organisasi.

D. Tentang Menggerakan Massa

Menggerakkan massa adalah upaya perjuangan massa secara kolektif untuk satu tujuan tertentu. Dan kemudian kita kenal dengan Kampanye Massa yang hakekatnya adalah aksi massa terencana, terorganisir digerakkan untuk serangkaian aksi massa dalam skup yang lebih luas untuk mencapai beberapa tujuan sekaligus. Kampanye massa dibedakan dari tujuannya. Yaitu: KampanyePolitik, Kampanye Organisasi, Kampanye Edukasi, Kampanye Ekonomi. Menentukan tujuan dari kampanye massa amat vital untuk menentukan sukses dan tidaknya kampanye massa.

Dalam aksi kita harus mempersiapkan pekerjaan ini sebaik-baiknya agar massa mendapatkan pengalaman politik melawan musuh klasnya dan kesadaran politiknya bisa meningkat, persatuannya terus ditempa, dan mereka memiliki kepercayaan yang tinggi pada kemampuan dan kekuatannya sendiri untuk memecahkan masalah, dan mendapatkan hasil kongkret untuk perubahan kondisi ekonomi, politik dan kebudayaannya.

Dalam setiap kampanye massa kita membaginya dalam tiga periode besar yaitu: Fase Persiapan Kampanye Massa dengan kegiatan utamanya propaganda, pendidikan dan pembangunan organisasi; fase kedua, pelaksanaan; dan fase ketiga evaluasi dan tindakan berikutnya. Fase pertama dalam kampanye massa adalah fase terpanjang dan amat menentukan agar supaya kampanye berjalan optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

E. Konsolidasi dan Perluasan

1. Pengertian dan Arti Penting Konsolidasi dan Perluasan

Di tengah situasi perkembangan organisasi, pekerjaan menata dan membangun menjadi bagian tidak terelakkan. Menata adalah membetulkan yang salah, mempertahankan dan mengembangkan yang benar serta menegakkan langgam kerja organisasi. Sedangkan pekerjaan mengembangkan adalah pekerjaan memperbesar organisasi dan meluaskan garis politik organisasi. Dengan besarnya pekerjaan demikian dibutuhkan keterlibatan seluruh anggota dalam setiap rangkaian pekerjaan organisasi. Untuk menumbuhkan keterlibatan anggota dalam organisasi, kegiatan-kegiatan massa yang pada hakekatnya memberikan kemajuan dan pelayanan kepada anggota harus terus di gencarkan. Prinsip pekerjaan konsolidasi adalah jadikan segala kegiatan sebagai media konsolidasi anggota. Demikian gambaran singkat pentingnya pekerjaan konsolidasi bagi ormass. Dengan konsolidasi yang mantap, harapan besar tumbuh dan kembangnya organisasi baik secara kualitas maupun kuantitas dapat dengan cepat tercapai.

Konsolidasi berarti mengembangkan kesadaran dan organisasi serta menggerakkan massa dalam setiap tingkatannya. Di perkotaan, konsolidasi berarti memajukan gerakan demokratis klas buruh, miskin kota lainnya, dan borjuasi kecil lapisan terbawah (khususnya mahasiswa dan guru/dosen) di pabrik-pabrik, kampus dan kampung.

Perluasan berarti menambah area yang menjadi cakupan kerja massa. Ini berarti membuka daerah, sektor, dan grup-grup baru yang dapat dijangkau dan digerakkan. Di perkotaan kita memperbanyak pabrik, kampus dan kampung yang dapat dijangkau dan memulai kerja massa di tempat-tempat tersebut. Yang pertama dan terpenting, kita melakukan perluasan dengan membangun grup-grup pengorganisasian di tengah massa di mana kita memulai kerja massa.

Hubungan Antara Konsolidasi dan Perluasan. Berarti kita melakukan perluasan berdasarkan konsolidasi dan kita melakukan konsolidasi sembari melakukan perluasan. Perluasan dengan konsolidasi adalah jalan yang efektif agar gerakan Demnas berakar kuat dalam daerah yang luas. Meskipun begitu, sekalipun kita sudah bergerak ke tempat yang baru, kita harus memastikan bahwa di tempat kerja massa terdahulu terus berkembang maju.

Kita harus hati-hati terhadap bahaya terseret oleh konsolidasi semata dan mengabaikan perluasan. Kita harus berusaha agar gerakan dapat berkembang ke daerah lain seluas mungkin. Adalah keliru bila merasa cukup dan berpuas diri dengan daerah yang sempit atau terbatas. Sangat penting untuk menjangkau massa luas secara terus-menerus untuk memberikan kesempatan kepada mereka ambil bagian dalam perjuangan politik, utamanya perjuangan anti imperialis dan anti Kabir. Kita harus dapat membangun aliansi seluas mungkin di perkotaan.

2. Prinsip Konsolidasi dan Perluasan

Dalam rangka mengkombinasikan konsolidasi dan perluasan dengan tepat, kita perlu membuat rencana untuk seluruh pekerjaan, memperhitungkan kebutuhan, target dan kemampuan. Dalam waktu tertentu kita harus menentukan perhatian utama di antara banyak hal lainnya tanpa harus mengabaikan lainnya. Prinsip dasar yang harus senantiasa diingat dalam kepala adalah perluasan berdasarkan konsolidasi, dan menjalankan konsolidasi sembari melakukan kerja perluasan.

Panduan umum kerja konsolidasi dan perluasan kita adalah maju secara bergelombang sesuai dengan garis mengobarkan secara intensif dan ekstensif dengan terus melebarkan dan memperkuat basis massa. Karena dalam mengorganisasikan massa kita harus mencegah vertikalisasi yang bersifat prematur, dengan menekankan perluasan dan penguatan organisasi. Kita juga dapat memajukan organisasi tradisional yang luas, organisasi yang sedang rusak atau basis massa yang penting akan tetapi mengalami kerusakan karena ditinggal untuk mendukung kerja perluasan. Bagaimana pun kerja konsolidasi dan pengorganisasian tidak boleh melupakan kerja perluasan. Melalui organisasi-organisasi massa kita dapat menggerakkan massa dalam jumlah besar, dan melancarkan seluruh tipe aksi demokratis di tempat kerja, kampus, kampung, jalan, dan bahkan di halaman belakang pemerintah reaksioner.

3. Sistematika Kerja Ekspansi

Bagaimana cara membentuk dan membangun organisasi yang kuat? Beberapa kesimpulam praktek berbicara bahwa pembangunan organisasi harus dilandasi dengan dasar-dasar yang tepat untuk mensistematiskan kerja, sehingga Cara kerja/ metode kerja perlu mendapat perhatian yang cukup serius. Hal pokok yang perlu kita letakkan adalah cara kerja pengorganisasian yang berbasis kelompok atau group, maka dalam membangun organisasi mulai dari awal atau yang sudah berjalan, cara kerja ini harus segera diperkaya prakteknya. Panduan ini memberi petunjuk jalannya membangun organisasi dari awal yang tentu saja berbasis group.

1. Menentukan  Sasaran Pengembangan

Yang harus kita lakukan sebelum membangun organisasi adalah investigasi untuk menentukan kampus  atau sektor lainnya  yang harus kita pilih menjadi sasaran pembangunan organisasi dalam sebuah kota.

2. Mencari Kontak

Setelah kita menentukan kampus atau sektor yang menjadi sasaran pembangunan, maka petugas kemudian melakukan pencarian kontak di kampus atau sektor tersebut. Kontak adalah mahasiswa yang kita kenal yang akan menjadi penghubung kita dengan mahasiswa lainnya. Kontak bisa didapatkan melalui berkenalan secara langsung, dikenalkan teman, saudara dan lain-lain. Dalam mencari kontak ada dua metode yang bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

1). Personal Approach:

Personal approach adalah pengorganisasian massa yang bertumpu pada propaganda personal. Dilakukan dengan melakukan proses membangkitkan kesadaran seseorang secara personal dengan media tulisan, lisan, maupun elektronika. Contoh kita berkenalan dengan kontak di sebuah kampus kemudian kita mendatangi kos-kosan dan mengajak dia untuk mendiskusikan soal kongkrit yang sedang dihadapinya di kampus. Propaganda yang intensif dan continue, seperti memberi bacaan, mengajak diskusi hasil bacaan, dsb dan mengarah pada pembentukan agenda secara kolektif dengan kawan-kawannya yang lain.

2). Kolektif Approach:

Pengorganisasian luas adalah pengorganisasian massa yang bertumpu pada propaganda luas dan terbuka, Sedangkan propaganda luas bisa dilakukan dengan cara : menyebar famplet, aksi grafiti, formulir, profile, seminar, diskusi dan kegiatan-kegiatan publik lainnya. Dalam melakukan propaganda jenis ini, kita perlu memastikan berapa orang yang menerima selebaran kita? siapa namanya? nomer kontak? dan identitas lainya. Sehingga setelah kita melakukan propaganda luas, kita bisa lanjutkan ke metode personal approach lagi yang lebih intens.

Kedua metode ini dilakukan dengan saling berkesinambungan. Personal approach menuju kolektif approach untuk menuju personal approach pada target berikutnya dengan membentuk grup-grup kontak.

3. Membentuk Group Kontak

Setelah kita mendapatkan kontak maka yang harus kita lakukan adalah menggruping kontak dalam grup kontak. Grup kontak adalah kumpulan massa dari kontak-kontak yang kita kumpulkan untuk diedukasi dan dilibatkan dalam kerja-kerja yang dirumuskan bersama dengan mereka. Grup kontak maksimal terdiri dari 7 orang. Cara kerja grup kontak adalah:

1). Kerja Massa Dengan Memaksimalkan Propaganda dan Edukasi

Setelah kita mendapatkan kontak maka tugas kita adalah berpropaganda sesuai dengan tingkat kesadarannya. Buatlah janji untuk bertemu lagi dengan kontak tersebut. Usahakan dalam pertemuan berikutnya, kontak pertama bisa membawa kawannya/kontak lain. Jadikan kontak tersebut sebagai pintu masuk kita untuk mendapatkan kontak yang lain, sembari juga petugas harus berusaha mencari kontak lain.

2). Propaganda tentang pentingnya berorganisasi dan merumuskan kegiatan bersama dengan kontak-kontak.

Dari kontak-kontak yang kita dapat tadi, harus terus kita propagandakan tentang pentingnya berorganisasi. Bersama kontak-kontak tersebut, petugas juga merumuskan kegiatan yang akan dikerjakan secara bersama. Kegiatan yang dirumuskan adalah kegiatan-kegiatan sederhana yang mampu menarik massa lain untuk terlibat, seperti diskusi tentang persoalan-persoalan kampus. dalam menjalankan kegiatan tersebut petugas terus mendorong agar kontak-kontak ini mendapat kontak kontak lain hingga berjumlah 7 orang.

3). Propaganda tentang organisasi yang maju: meneruskan kegiatan yang sudah diprogramkan (kerja massa)

Setelah kegiatan tersebut dijalankan bersama-sama dan mampu menarik kontak lain, secara bersama pula petugas dan seluruh kontak merumuskan dan meneruskan kegiatan. Kontak-kontak yang terlibat dalam kerja massa yang dilakukan bersama-sama inilah yang kemudian kita sebut sebagai grup kontak. Petugas juga semakin mengintensifkan propaganda tentang organisasi yang maju kepada seluruh kontak, baik melalui diskusi maupun propaganda solid. Di sini kontak-kontak sudah mulai dikenalkan dengan organisasi kita.

4). Rekrutmen anggota

Dari seluruh rangkaian kegiatan yang dijalankan grup ini, edukasi dan propaganda yang petugas lakukan dalam grup ini, akan terlihat kontak mana saja yang akan siap direkrut untuk menjadi anggota. Tetapi kita harus tahu bahwa petugas tidak hanya akan membangun satu grup kontak, karena bisa jadi dalam satu grup kontak, tidak menghasilkan anggota atau grup kontak tersebut hancur. Selain itu bisa jadi tidak semua kontak akan jadi anggota, tapi kontak-kontak yang terlibat dalam kerja-kerja yang telah dirumuskan bersama itulah yang akan menjadi sasaran pokok rekruitmen. Catatan lainnya adalah, petugas harus terus memantau perkembangan setiap anggota grup sebagai landasan untuk menetapkan sasaran recruitment.

Setelah kontak di tempat ekspan mengisi formulir keanggotaan, maka operasional berikutnya melalui mekanisme Grup Anggota menuju RUA.

Penutup

Tidak ada dalam sejarah sejauh ini, sistem dan kekuasaan yang berada di bawah dominasi imperialisme dan rejim boneka akan dengan cuma-cuma memberikan begitu saja hak-hak rakyat. Sebab perjuangan adalah hukum objektif, karena untuk mengubah nasib suatu kaum adalah dengan perjuangan kaum itu sendiri. Banyak cara perjuangan yang bisa dilakukan, namun hanya perjuangan massa yang akan sanggup merubah keadaan. Hanya perjuangan massa yang sanggup mendobrak tembok politik yang menindas.

Untuk mengobarkan perjuangan massa tersebut butuh alat perjuangannya yaitu organisasi massa. Hanya organisasi massa yang demokratis, solid dan militan, akan mampu mengobarkan perjuangan massa tersebut dengan sambutan yang gegap gempita dari massa rakyat. Organisasi yang secara intens membongkar fakta-fakta objektif tentang situasi penindasan, melancarkan propaganda-propaganda massa untuk membangkitkan kesadaran massa, organisasi yang mampu menghimpun kekuatan massa yang luas, besar dan solid, serta secara konkret memecahkan persoalan massa rakyat dengan pelayanan-pelayanan terhadap massa dan mengobarkan perjuangan massa secara gencar di seluruh sektor, tentu akan menuai buah yang positif bagi kemajuan gerakan massa di tengah rakyat.

Komentar Anda

[disqus][facebook]
Powered by Blogger.