Halloween party ideas 2015


Untuk Kawan-kawan Seperjuangan Dari Biro Politik Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)

Kawan-kawan seperjuangan,

Dengan penuh perhatian kami menyimak perkembangan keadaan yang terjadi belakangan ini di tingkatan gerakan-gerakan perlawanan Papua. Dengan munculnya semangat perlawanan Rakyat yang semakin menunjukan kwantitasnya sebagai kekuatan pokok penggerak dalam perjuangan Pembebasan Nasional Bangsa Papua serta rencana pelaksanaan Kongres Rakyat Papua III oleh Tim Kerja Rekonsiliasi Nasional Rakyat Papua Barat (TKRNRPB) danKongres Parlemen Nasional Papua Merdeka oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), terjadi satu perdebatan politik di dalam internal Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) tentang jalan, strategi dan taktik yang dijalankan oleh Kawan-kawan dalam membawa maju semangat perlawanan Rakyat Papua. Kami juga menyimak perdebatan di antara Kawan-kawan Seperjuangan yang tidak dapat didudukan dalam mencari solusi-solusi yang lebih baik dari tahapan perjuangan yang sedang Kawan-kawan lancarkan. Semua ini membuat keadaan menjadi lebih mendesak untuk dilancarkannya  satu perdebatan yang lebih dalam tentang tahapan strategis dan garis politik perjuangan yang dijalankan Kawan-kawan, khususnya setelah sekian puluh tahun perjuangan Rakyat dan setelah adanya �kebebasan� dimasa seperti sekarang ini.

Jika Kawan-kawan ingin berdebat, Kawan-kawan perlu memperdebatkan beberapa masalah dalam konteks Perjuangan Pembebasan Nasional yang sedang dijalankan oleh Kawan-kawan sesuai dengan penerapannya dalam perjuangan Pembebasan Nasional oleh negeri-negeri yang telah merdeka sebagai pegangan untuk digunakan dimasa seperti sekarang ini : masalah seperti siapa klas/sektor kekuatan pokok Rakyat, siapa musuh utama Rakyat, siapa tenaga pengerak dan pemimpin perjuangan serta apa bentuk pokok perjuangan. Dan juga ada masalah khusus yang tidak kala pentingnya dalam gerakan yang dibangun Kawan-kawan atas nama Perjuangan Pembebasan Nasional, seperti orientasi gerakan kini dan akan datang, strategi dan taktik gerakan dan garis politik yang dijadikan pijakan gerakan dan seterusnya. 

Benar bahwa, kebutuhan akan kepemimpinan politik dan persatuan adalah hal yang mendesak. Tetapi di sisi lain, gerakan kita tidak bisa meniadakan tingkat kesadaran massa Rakyat yang terkonsolidasi secara politik. Kita akan melangkahi satu tahapan bahwa pemimpin akan lahir dari tengah-tengah massa, selain itu persatuan akan lebih mudah di galang di internal gerakan Rakyat Papua, jika memiliki tujuan yang sama yaitu bersama-sama berjuang untuk Pembebasan Nasional Rakyat dan Bangsa Papua.

Maka, jalan yang ditempuh oleh Kawan-kawan baik melalui Kongres Rakyat Papua III maupun Kongres Parlemen Nasional Papua Merdeka, yang keduanya pada prinsipnya mempunyai tujuan yang sama yaitu melahirkan kepemimpinan nasional dan persatuan, perlu dipersiapkan secara matang melalui beberapa tahapan.

Pertama; perlunya pendiskusian dan penyamaan Garis Politik  yang diyakini dan menjadi landasan gerak masing-masing organisasi gerakan perlawanan Papua. Kenapa pendiskusian dan penyamaan Garis Politik menjadi penting? Karena selain Garis Politik merupakan hasil analisa kongkrit atas situasi penjajahan terhadap Rakyat Papua, Garis Politik juga akan menuntun jalannya gerakan perlawanan dalam menentukan Strategi dan Taktik perjuangan yang hendak dilancarkan. Kesamaan Garis Politik akan membentuk bangunan gerakan perlawanan Rakyat yang terkonsolidasi secara politik, menjadi lebih kuat dan solid. Jika tidak ada kesamaan Garis Politik, mustahil juga untuk bersatu dalam Program Perjuangan karena berbeda Garis Politik berarti juga berbeda jalan dan strategi-taktik yang digunakan. 

Kedua; perlunya pendiskusian dan penentuan Bentuk Pokok Perjuangan yang harus dijalankan oleh gerakan perlawanan Papua. Ada tiga pilihan Bentuk Pokok Perjuangan, yaitu Gerakan Legal Demokratik, Gerakan Diplomasi dan Gerakan Perjuagan Bersenjata (Berjuta). Pilihan atas Bentuk Pokok Perjuangan adalah suatu keyakinan bahwa perubahan hanya akan terjadi melalui pilihan paling pokok dari Bentuk Perjuangan. Bentuk Pokok Perjuangan akan menjadi fokus atau konsentrasi gerakan perlawanan Papua untuk membangun gerakan yang terkoordinasi secara organisasi dan politik. Artinya, setiap aktifitas gerakan yang dilancarkan, selalu mengedepankan pilihan jalan strategis dari Bentuk Pokok Perjuangan yang telah ditentukan. Misalnya, pilihan Bentuk Pokok Perjuangan dari gerakan perlawanan Papua ialah Gerakan Legal Demokratik, maka keseluruhan daya dan upaya yang dijalankan harus memperkuat Gerakan Legal Demokratik sebagai kekuatan pokok dalam perjuangan, sehingga kedua bentuk yang lain secara otomatis menjadi Bentuk Sekunder Perjuangan. Atau sebaliknya, jika Bentuk Pokok Perjuangan yang dipilih adalah Gerakan Berjuta atau Gerakan Diplomasi, maka keseluruhan daya dan upaya yang dijalankan harus memperkuat Gerakan Berjuta ataupun Gerakan Diplomasi.

Ketiga; perlunya melahirkan sebuah Alat Perjuangan yang lebih solid dan kokoh untuk mengakomodir semua unsur atau elemen gerakan perlawanan Papua. Alat perjuangan ini akan menjadi efektif jika unsur-unsur gerakan perlawanan yang ada didalamnya memiliki kesamaan dalam Garis Politik dan pilihan Bentuk Pokok Perjuangan yang sama pula. Alat perjuangan ini akan mengkonsolidasikan semua unsur dalam massa Rakyat Papua yang memiliki potensi perlawanan. Tentunya Alat Perjuangan ini hanya bisa dibangun atas dasar saling menerima perbedaan, menghindari sikap egoisme organisasi dan saling klaim program atau agenda. Karena dilandasi tujuan perjuangan yang sama yaitu mencapai Pembebasan Nasional Rakyat dan Bangsa Papua, kebutuhan akan Alat Perjuangan menjadi mendesak untuk diwujudkan. Sehingga setiap fase perjuangan yang dilancarkan terkonsolidasi secara politik dan organisasi.

Keempat; membentuk kesadaran politik Massa Rakyat Papua melalui pendidikan-pendidikan politik  yang diselenggarakan di setiap Sektor  dan Kelas Massa Rakyat: Kelas Tani-Nelayan, Kelas Buruh, Sektor Masyarakat Adat, Sektor Kaum Miskin Kota, Sektor Perempuan dan Sektor Pemuda-Mahasiswa. Terbentuknya kesadaran politik Massa Rakyat bertujuan untuk menggerakan semua Sektor  dan Kelas Massa Rakyat terlibat dalam perjuangan Pembebasan Nasional sebagai kekuatan pokok. Karena perubahan adalah karya berjuta-juta Massa Rakyat, sehingga kerja membangkitkan kesadaran politik melalui pendidikan-pendidikan politik adalah mutlak.

Jika kita merefleksikan kembali Sejarah Perjuangan Rakyat dan Bangsa Papua, kita telah melalui dua kali Kongres Rakyat,  yaitu Kongres Rakyat Papua I pada tahun 1961 dan Kongres Rakyat Papua II pada tahun 2000. Pada Kongres Rakyat Papua I, Dewan Nieuw Guinea berhasilmembuat Manifesto Politik yang antara lain berisi: Nama Negara, Lagu Kebangsaan, Bendera Negara, Lambang Negara dan Semboyan Negara, dalam rangka mempersiapkan Kemerdekaan Papua Barat. Sedangkan Kongres Rakyat Papua II, berhasil membuat sebuah Manifesto Hak-Hak Dasar Rakyat Papua dalam empat bidang (Ekonomi, Sosial, Budaya dan Sipil-Politik) yang kemudian ditegaskan kembali dalam Resolusi Kongres Rakyat Papua II bahwa Presidium Dewan Papua (PDP) diberikan mandat untuk melaksanakan beberapa hal, seperti: �memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Papua Barat, memperjuangkan pelaksanaan Referendum, mengadakan usaha dana perjuangan. Namun setelah kematian Ketua PDP, Alm.Dortheys Hiyo Eluay, mandat atas perjuangan yang diberikan oleh Rakyat kepada PDP melalui Kongres Rakyat Papua II, tidak diperjuangkan dengan konsisten.

Dari dua peristiwa bersejarah tersebut, gerakan perlawanan Rakyat Papua seharusnya mendapatkan pembelajaran politik, sehingga gerakan perlawanan yang dilancarkan menjadi lebih solid serta memiliki program perjuangan yang lebih maju dan  efektif. 

Sehingga, jika saat ini Tim Kerja Rekonsiliasi Nasional Rakyat Papua Barat (TKRNRPB) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), hendak melaksanakan Kongres Rakyat Papua III dan Kongres Parlemen Nasional Papua Merdeka, maka sebaiknya tidak lupa untuk belajar dari pengalaman Sejarah perjuangan Rakyat Papua  dan mempersiapkan tahapan perjuangan yang lebih matang.

Maksud Surat Terbuka ini adalah bahwa Aliansi Mahsiswa Papua (AMP), Menghargai setiap usaha dan proses perjuangan yang  bertujuan untuk mewujudkan Pembebasan Nasional Rakyat dan Bangsa Papua.

Sebagai Kawan Seperjuangan, kami tidak memberikan sikap �Mendukung� atau �Menolak� Program Perjuangan yang sedang Kawan-kawan jalankan, baik rencana Kongres Rakyat Papua III maupun Kongres Parlemen Nasional Papua Merdeka.

Kami akan mendukung jika proses perjuangan yang Kawan-kawan lakukan bertujuan untuk menyatukan gerakan-gerakan perlawanan Rakyat Papua demi mewujudkan Pembebasan Nasional Rakyat dan Bangsa Papua.

Sebaliknya, dengan tegas kami Menolak setiap bentuk kompromi dengan rezim Kolonial Indonesia serta setiap bentuk usaha yang bertentangan dengan cita-cita Pembebasan Nasional Rakyat dan Bangsa Papua!!!

Demikian Surat Terbuka dari kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Sekian dan terima kasih.

Salam Pembebasan, Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora!!!


Biro Politik
Komite Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Papua
(Birpol KPP AMP)

Laila Kenakhe

Post a Comment

Powered by Blogger.