Halloween party ideas 2015

Kamis, 20/10/2011 19:02 WIB 

Jakarta - Kericuhan yang terjadi di Papua Barat akibat dideklarasikannya Papua Merdeka dan pengibaran bendera Bintang Kejora di Abepura, Jayapura. Namun, sejumlah tokoh adat masyarakat Papua menolak negara Federasi Papua Barat.

"Kami menolak dengan keras hasil Kongres Rakyat Papua (KRP) III yang mengatasnamakan rakyat Papua dan menolak dengan tegas keputusan KRP yang mendeklarasikan Negara Papua Barat," kata tokoh adat Papua Barat, Heemskercke Bonay, dalam jumpa pers 'Masyarakat Papua Menolak Negara Federasi Papua Barat' di Warung Daun Jl Raya Cikini, Jakarta, Kamis (20/10/2011).

Heemskercke menilai, menyelesaikan persoalan Papua harus dengan cara dan pola komunikasi yang sesuai dengan aturan hukum yang ada dan tidak mengedepankan cara-cara militeristik. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Papua untuk menjalankan kesantunan berpolitik sesuai dengsn nilai-nilai adat Papua.

"Kita juga menghormati dan mendukung Presiden SBY dalam menata kembali pembangunan Papua dalam kerangka otonomi khusus," tutur Heemskercke.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Barisan Merah Putih, Ramses Ohee, menyayangkan kericuhan yang terjadi Papua. Ia berpendapat, ada masalah yang serius sehingga rakyat Papua ingin memisahkan diri. 

"Ada satu kelalaian dan ketidakpedulian dari pemerintah. Jadi jangan cepat menyalahkan saudara-saudara kita yang menyelenggarakan KRP. Saya imbau kepada semua pihak yang berada di tanah Papua untuk bersatu pecahkan masalah Papua," tandasnya.

Post a Comment

Powered by Blogger.