Halloween party ideas 2015

logo AMP
Undangan Diskusi Interaktif dan Pemutaran Video Kemanusiaan di Tanah Papua


Setelah 52 tahun wilayah koloni Netherlands New Guinea berada dalam kekuasaan Indonesia, yang dialihkan sejak 1961, banyak orang Papua masih terus menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan atas nama negara melalui TNI/POLRI dengan berbagai operasi besar � besaran  sebelum dan setelah era reformasi ini. 


Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) mulai dari pembunuhan ekstrayudisial, intimidasi terhadap jurnalis hingga diskriminasi dalam akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, kesempatan ekonomi dan penyerahan hak ulayat tanah adat secara paksa masih berlangsung. Kesemuanya ini hanyalah puncak dari pelanggaran HAM terhadap masyarakat Papua. Namun, kekerasan besar yang  terus berlangsung yakni pemerkosaan, penyiksaan dan eksekusi masal. 

Lembaga peduli kemanusiaan (ELSAM) mencatat kurang lebih ada tiga operasi besar-besaran yang dilakukan negara Indonesia terhadap rakyat sipil Papua. Dengan masing�masing operasi sebagai berikut : 

Operasi pertama, era tahun (1961-1969) menghabiskan lebih dari 10 juta orang. Operasi periode kedua, Asian Human Rights Commission Human Rights and Peace for Papua (ICP) (2013), tercatat 4 (Empat Juta Jiwa lebih) rakyat tak berdosa berhasil dimusnahkan dipegunungan tengah Papua Barat melalui operasi darat dan udara. Operasi periode ke-tiga, setelah reformasi 1998-2013 (Tak ada operasi militer resmi, tapi ada pendekatan dengan kekerasan, dan jumlah korban kurang lebih sama dengan saat dilakukan operasi militer, seperti; Biak Berdarah, Wasior Berdarah, Uncen Berdarah, Wamena Berdarah, Penculikan pemimpin Theys H. Eluwai (Jayapura), Pembunuhan Tuan Kelly Kwalik (Timika), Pembunuhan Mako Musa Tabuni (Jayapura), Pembunuhan Salmon Yogi (Paniai) dan pembubaran KRP III Jayapura, 2011). Jumlah keseluruhan pembunuhan masal yang mana telah terpublikasikan yakni lebih dari 14 juta jiwa dan masih banyak pula yang belum terpublikasan sampai saat ini.

Berdasarkan beberapa fakta kasus diatas maka, menyikapi hari hak asasi manusia (HAM) se-dunia, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bogor mengundang seluruh  pemuda, mahasiswa dan rakyat Papua yang berdomisili di Kota Bogor dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam diskusi intraktif dan pemutaran video yang akan laksanakan pada :

Hari / Tanggal  : Selasa, 10 Desember 2013
Waktu              : 17. 30 � Selesai
Tempat             :  Asrama Puncak � Sempur Bogor

Demikian undangan ini kami buat atas partisipasi dan kepedulian terhadap Kemanusiaan di Papua. Kami ucapkan Jabat Erat.

 Bogor, 8 Desember 2013     



Penanggung Jawab : Aliansi Mahasiswa Papua Bogor
Contak Person :
081282137409  (Semuel Nawipa) dan
                                                        081240062247  (John Wakerkwa)

Post a Comment

Powered by Blogger.