Halloween party ideas 2015

PSK Dolly. (Foto doc majalahselangkah.com) 
AMP JOGJA , 26/06 --  Rabu, 18 Juni 2013 lalu,  lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya resmi ditutup.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menutup lokalisasi itu walaupun ada pihak yang menentang. Ada pihak yang menilai, 1.000 lebih pekerja seks komersial (PSK)  dan sekitar 300 mucikari di sana akan  kehilangan pekerjaan. 

Menyikapi penutupan ini, Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Ruben B. Edowai mengkhawatirkan, tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) akan menjadi salah satu tujuan para PSK Dolly. 

Ia juga menilai, para pengusaha akan memanfaatkan ribuan PSK itu. Maka, pihaknya meminta kepada Gubernur Provinsi Papua dan Papua Barat untuk intruksikan kepada para Bupati dan Wali Kota se- Tanah Papua agar tidak mengeluarkan izin baru untuk karoke, bar atau kafe. 

"Saat ini saja, lokalisasi di mana-mana. Tiap saat bertambah terus. Apalagi, sekarang ribuan PSK kehilangan pekerjaan di sana. PSK-PSK itu akan dikirim ke Papua. Saat ini ada juga yang kita tahunya hotel di tengah-tengah warga, eh tahu-tahu malam hari mereka drop belasan PSK, buka karoke. Ini akan semakin kacau sudah tanah Papau," katanya Ruben langsir majalahselangkah.com, Rabu (25/06/14). 

"Orang Papua ini sisa sedikit. Saya minta Gubernur dan para Bupati/Walikota  seluruh tanah Papua agar tidak lagi keluarkan izin sudah. Pokoknya, izin baru kah atau penambahan gedung baru pada izin lama harus diberhentikan. Saya juga minta, banyak pengusaha yang izin bangun hotel tetapi isinya bar, karoke, dan lokalisasi. Harus ditertibkan. Kalau tidak, maka Papua ini akan tambah hancur. Sekarang ini tanah Papua sudah kotor karena PSK, kejahatan negara, korupsi dan kecurangan lain, jangan tambah kasih rusak lagi," katanya emosional. 

Ruben juga berharap, para anggota dewan yang telah dipilih rakyat itu untuk bersuara. "Tiap 5 tahun rakyat pilih DPR tapi kita ini macam tidak pernah dengar suara mereka untuk bicara tentang rakyat. DPR banyak yang terjebak pada uang dan kekayaan. Mereka lupa tugas-tugas untuk membela rakyat dengan hal-hal lebih bernilai," tambahnya. (AMP-YK/Punik Castro)

Post a Comment

Powered by Blogger.