Halloween party ideas 2015

Seruan Aksi AMP KK-Yogyakarta / Foto: Doc.AMP

Yogyakarta, AMP --- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta, berencana gelar aksi damai, padad 2 Februari 2015, menuntut pemerintah menutup PT Freeport Indonesia, dan sejumlah perusahaan asing yang beroperasi di tanah Papua.

�Sejarah Papua Barat adalah sejarah yang dimanipulasi oleh kepentingan-kepentingan ekonomi politik Imperialisme Amerika Serikat, yang akhirnya mendorong Indonesia untuk melakukan aneksasi atas Papua Barat melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera),� tulis AMP lewat seruan tertulis yang dikirim ke suarapapua.com, Sabtu (31/01/15) malam.

Dikutip dari suarapapua.com, AMP juga mengatakan, di tengah situasi teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua Barat, pemerintah Kolonial Indonesia dan Imperialisme Amerika Serikat masih terus melakuakan pembahasan perpanjangan kontrak PT. Freeport tanpa persetujuan dari rakyat Papua Barat.

�Melihat semua kompleksitas semua persoalan di Papua Barat saat ini, dimana belum ada lagi pengakuan terhadap hak-hak demokratis rakyat Papua Barat, maka dengan kehadiran PT. Freeport milik Imperialisme Amerika Serikat merupakan dalang kejahatan terhadap rakyat Papua Barat,� tulis AMP.

�Dengan demikian, kondisi Papua dari dahulu hingga hari ini dan sampai saat ini belum juga berubah dengan kehadirannya para kapitalis-kapitalis yang mau menghancurkan bumi Papua secara tersistematis,� kata AMP.

AMP juga mengatakan, aksi yang digelar bertujuan menuntut rezim Jokowi�JK untuk segera, menutup dan menghentikan aktivitas eksploitasi semua perusahaan Multy National Coorporation (MNC) milik negara-negara Imperialis di tanah Papua.

Juga Indonesia diminta menarik Militer Indonesia (TNI/Polri), baik Organik maupun Non-Organik dari seluruh Tanah Papua Barat. (Baca: Beri Kelonggaran Kepada Freeport, Menteri ESDM Diminta Mundur)

"Segera berikan kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat," tegas AMP.

AMP KK-Yogyakarta

Post a Comment

Powered by Blogger.