Halloween party ideas 2015

 
Situasi Polisi dan Bimob mengepung Asrama Kamasan 1 Papua di Jogja pada tanggal, 28/05/2015 (Foto: AMP)


Situasi Polisi dan Bimob mengepungAsrama Kamasan 1 Papua di Jogja pada tanggal, 29/05/2015 (Foto: AMP)


AMP – Hal tersebut diungkapkan oleh Fabi Pigome, Koordinator Humas saat pulang dari kantor Polresta Yogyakarta, setelah memberikan surat pemberitahuan aksi mimbar bebas mengenang kejinya tragedi Biak Berdarah, 2-6 Juli 1998 silam.

Pigome juga mengatakan, seketika mereka datangi Kasat Intel Polresta Yogyakarta, pintu terlihat tertutup dan tak ada orang berakitfitas.
“Disana tidak ada orang, pintu tertutup,” ucapnya.

Setelah beberapa menit kemudian, mereka di temui oleh seorang polisi, berpangkat bribtu dan mereka langsung di arahkan ke pos wajib lapor tamu. Pigome dan kawanya Jhon, setelah memberikan surat pemberitahuan, setelah sebelumnya terjadi penolakan dengan alasan tak ada petugas yang berwajib.

“Tadinya mereka tolak dengan alasan tidak ada petugas. Lalu kami disuruh esok pagi pukul 08:00 WIB kembali lagi”, kata Jhon.

Setelah terjadi perdebatan yang sedikit panjang, akhirnya Pigome dan kawanya meninggalkan surat di kantor Polresta, dan memutuskan untuk esok pagi, 08:00 WIB  kembali ke Kantor Polresta.

“ Yang jelas Surat itu isinya pemberitahuan, bukan surat izin. Kepolisian mau keluarkan surat tanda terima dan tidak itu terserah. Yang jelasnya kami sudah memberitahukan kepada pihak keamanan sesuai aturan  3 X 24 jam,” lanjut Jhon.

Pigome menyatakan juga, hal itu tidak mengurangi atau pun menghalangi kegiatan aksi Mimbar bebas.
“Kami akan melakukan kegiatan ini sesuai dengan rencana kami,”

Setelah sebelumnya, pada tanggal 30 Juni 2015 pernah terjadi hal yang sama ketika AMP Komite Kota Yogyakarta mengantar surat pemberitahuan tentang aksi turun jalan, memperingati hari Proklamasi West Papua yang ke-44, sejak 1 Juli 1971 yang lalu. Akhirnya surat pemberitahuan itu keesokan harinya lalu di respon.

Sebelumnya juga, selama dua hari berturut, tanggal 28 dan 29 Mei 2015 lalu, Polisi dengan gabungan Brimob mendatangi Asrama Kamasan 1 Papua di Yogyakarta menggunakan alat militer lengkap dan 4 truk Dalmas, 8 Mobil Biasa dan belasan Motor Polisi lainya, tanpa ada kegiatan yang dibuat.

Dan setiap bentuk kegiatan yang di buat dari AMP Se-Jawa dan Bali yang bentuknya Aksi atau pun bentuk kegiatan lainnya, selalu di kawal dengan kekuatan Polisi dan Brimob dalam jumlah yang banyak. (Paulo G /AMP)

Post a Comment

Powered by Blogger.