Halloween party ideas 2015


Oleh: Aworo Tutu
http://ladang-dunia.blogspot.com/2014/12/kapitalisme.html















Sistem kapitalisme semakin umum dan banyak digunakan di era-era lama. Sistem ini dianut di Negara liberal (barat) yang berkiblat di Amerika. Seiring arus perkembanga waktu sistem kapitalisme merambah ke negara - negara berkembang.

kapitalisme telah memberikan efek buruk bagi perekonomian dan kesenjangan sosial yang semakin menganga terjadinya gap (jurang pemisah) antara si kaya dan si miskin. Itu semua merupakan dampak dari kejamnya kapitalisme yang terjadi di beberapa negara berkembang.

Negara demokrasi adalah negara kapitalis karena negara dikontrol oleh logika ekonomi kapitalis yang mendiktekan bahwa kebanyakan keputusan politik harus menguntungkan kepentingan kapitalis. Dalam hal ini yang diuntungkan adalah para pemilik modal (kapitalis) sedangkan masyarakat kecil tetap berada dalam bingkai kemiskinan akibat kapitalisme.

Sudah banyak perusahaan asing yang beroperasi misalnya, khususnya di papua seperti Freeport dan beberapa perusahan besar yang beroperasi di tanah papua, yang mengeksploitasi hasil bumi tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat di sekitarnya.

Bahkan pemerintah cenderung berpihak pada investor ketika terjadi sengketa antara pihak perusahan dan masyarakat sekitar. Keberpihakan kepolisian pada perusahaan asing merupakan bukti nyata bahwa republik indonesia ini penganut kapitalis. Karena salah satu ciri negara kapitalis adalah berpindahnya peran pemerintah yang semula melayani rakyat berubah menjadi pelayan investor atau pemilik modal.

kapitalisme merupakan suatu istilah luas yang meliputi; (1) cara produksi kapitalis, (2) kerangka sosio-ekonomi kapitalis, (3) mentalitas kapitalistis. Pada pokoknya, kesemuanya ini hanyalah merupakan tiga segi dari gejala yang sama.

Sejalan dengan semakin banyaknya gerakan Anti-Kapitalisme, namun karena umumnya Para pemilik media adalah para kapitalis, hasil buruk dari kapitalisme itu sendiri menjadi tertutupi.

Penulis akan menjelaskan sedikit pandangan tentang dampak dari Sitem kapitalisme, kerugian akibat kapitalisme yang sering ditutup-tutupi bahkan di abaikan oleh media dan juga pemerintah.

1. Ke-tidak Setaraan
Mantra umum kapitalisme adalah "orang bisa menjadi kaya jika mereka bekerja keras" ini sering menjadi suatu kesalahan dalam penerapan. Ada begitu banyak posisi di puncak, namun dalam rangka untuk membuat uang pertama kadang seseorang harus menjatuhkan yang lain. Tetapi ini berarti bahwa orang kaya tidak bisa ada tanpa orang miskin. Setiap cara anda melihatnya, anda tidak akan pernah kesetaraan di bawah kapitalisme.

2. Sampah
Dalam masyarakat di mana sumber daya tidak merata dan yang kaya akan selalu bisa menguasai sumber daya lebih sambil sesekali si kaya memberikannya pada si miskin dalam acara amal yang dipublikasikan. Ada banyak yang terbuang dari si kaya karena mereka mendapat lebih dari kebutuhannya sementara si miskin tetap kekurangan.

3. Kelaparan
Tentu saja jika seseorang memiliki kelebihan maka yang lain akan kekurangan. Sebenarnya ada begitu banyak makanan dan cukup untuk memberi makan seluruh populasi penduduk dunia, hanya kapitalisme menjadi salah satu penyebab pendistribusian tidak merata.

4. Anti Sosial
Di bawah sistem kapitalis, motif keuntungan jauh lebih besar dari altruisme. Jika orang khawatir tentang apa yang ada di kantong mereka sendiri mereka akan menghindari membantu sesama karena mereka berkonsentrasi untuk mencukupi / merawat diri mereka sendiri. Orang - orang akan berfikir untuk memprioritaskan diri sendiri di atas kebutuhan masyarakat karena mereka berfikir jika mereka kekurangan masyarakat tidak akan membantu mereka.

5. Bahaya
Seringkali sebuah perusahaan memangkas biaya kesehatan dan mengurangi sarana dan peralatan untuk keselamatan kerja untuk memangkas biaya produksi, dan juga seringkali tenaga - tenaga kerja tidak terlatih ditempatkan di daerah tertentu yang mempunyai tingkat resiko tinggi demi menghemat pengeluaran perusahaan. Hal ini sering menjadi penyebab kecelakaan fatal yang tidak jarang berujung kematian

6. Tindak Demokrasi
jika dalam sebuah demokrasi, satu orang mempunyai satu suara ini tidak terjadi dalam kapitalisme. Suara rakyat kecil dengan jumlah banyak, opini publik dan bahkan idiologi bangsa tidak begitu berpengaruh untuk pemerintah hari ini. Pemerintah akan lebih banyak mendengar dari Pengusaha yang mempunyai bisnis besar yang teah mendanani kampanye mereka. Atau bahkan pemerintah akan merangkul dan bermanis - manis ria dengan media televisi atau koran besar karena berita manis dari media-media ini yang akan mempengaruhi bahkan menghipnotis opini publik..

7. Polusi
Seharusnya tidak sulit untuk meyakinkan orang untuk tidak bunuh diri namun hal ini adalah apa yang perusahaan lakukan karena mereka menolak untuk melakukan langkah-langkah pemeliharaan lingkungan, karena akan mengurangi margin keuntungan mereka. Tidak masalah bagi mereka, bahwa dalam jangka panjang kita semua akan mati dan dalam jangka pendek mereka akan memiliki uang lebih dan lebih banyak lagi.

8. Perang
Banyak perang berjuang dalam beberapa tahun terakhir telah lebih dari keuntungan. Contohnya di Irak dan beberapa Negara di Timur Tengah, perang sebagian besar didanai oleh raja minyak dan itu perusahaan-perusahaan swasta yang menangani sebagian besar keamanan setelah invasi awal.
Di Libya, pasukan barat campur tangan ketika perang sipil menyebabkan pasokan minyak harus dipotong. Mereka hanya berpihak pada pemberontak karena mereka pikir mereka adalah yang paling mungkin untuk menang. Di Iran, intervensi militer sedang terancam atas pemblokiran rute perdagangan untuk mengangkut minyak.

9. Kediktatoran
Kita pastinya tidak akan membela kediktatoran di pemerintah kita, tapi mengapa kita memuja kediktatoran di tempat kerja?

CEO dibayar dengan gaji dan bonus besar sebagai penghargaan untuk mereka sementara mereka membayar pekerja mereka upah minimum. Para bos tidak melakukan pekerjaan, mereka tidak memproduksi barang yang kita konsumsi, dan mereka hanya memiliki alat produksi. Pekerja yang banyak melakukan semua itu dan mereka tetap di bawh kontrol kuat dari para penikmat laba maksimal.

10. Propaganda
Anda tidak dapat melarikan diri kapitalisme. kapitalisme ada di mana-mana. Di setiap billboard, iklan TV, internet, anda akan terus melihat orang-orang memberitahu anda untuk membeli sesuatu ketika hal ini dilakukan oleh pemerintah yang dikatator kita menyebutnya propaganda ketika perusahaan melakukannya; itu disebut iklan. Namun kedua hal tersebut sebenarnya adalah pencucian otak terselubung.

Penulis adalah Mahasiswa, aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) KK Yogyakarta

Post a Comment

Powered by Blogger.