Halloween party ideas 2015


Foto Jhe_G; Siatuasi saat berorasi dan aksi  masa AMP jogja; list

Hari ini, kamis, 03/09/2015, Mahasiswa Papua di Jogja mengutuk tindakan brutal militer di Papua sejak 60an silam hingga saat ini. Tercatat kurang lebih 800 ribu orang Papua setelah aneksasi 1 mei 1963 dan 500 ribu jiwa telah terbunuh dalam operasi-operasi militer di Papua.

Hingga sampai saat ini populasi orang papua semakin menurun akibat kekerasaan Negara yang membabibuta secara nyata dan tersistematis. Data 2013/2014 mencatat jumlah orang asli papua rata-rata 1,7 juta jiwa. Sedangkan non-papua 2 juta jiwa  dan data tahun 2015, hingga bulan Mei tercatat jumlah orang asli papua 1,5 juta jiwa dan non- Papua 2,3 juta jiwa.

Kasus penembakan di timika, Jumat, 28 agustus 2015 yang menewaskan dua warga sipil dan tiga warga sipil dan satu warga SMA krisis di RSUD akibat tindakan kebrutalan TNI AD di Timika. Terkait tindakan tersebut, mahasiswa Papua di jogja mengutuk terhadap militer RI.

Kristina Kobogau, sebagai kordinator lapangan mengatakan kehadiran militer di papua tidak dapat menyelesaikan masalah papua namun menambah masalah dan membunuh rakyat papua diatas tanah adat Papua.

“ Segerah tarik Militer yang mengacaukan dan membunuh rakya papua. Kehadiran mereka untuk membunuh rakyat Papua bukan untuk mengamankan, mengayomi dan melindungi masyarakat adat Papua.” Ungkap Kobogau saat berorasi.

Kemudian orator lainnya mengatakan bahwa pencaplokan wilaya Papua hanya untuk demi kepentingan ekonomi politik, sehingga manusia papua harus di bunuh.

“Sejarah aneksasi Indonesia kedalam Papua demi mencuri, merampok dan kekayaan alam saja. Sehingga sampai saat ini kematian orang papua tak terhitung jumlahnya.” Ucap Yanto Tebai

Goo koteka juga mengungkapkan bila NKRI tidak bisa mengatasi pelanggaran HAM dan melindungi kehidupan orang papua, Jokowi-JK segerah berikan Hak Menentukan Nasip Sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.

“Bila rezim Jokowi dan JK tidak bisa menjamin kehidupan orang papua dan tidak bisa mengatasi kejahatan militer di tanah Papua, segerah lakukan UU yang mengakui kemerdekaan setiap bangsa yang telah di akui oleh dan resolusi HAM PBB terkait hak menentukan Nasip sendiri.” Ucap Koteka.

Dan orator lainnyajuga menyatakan tak ada nilai kehidupan bagi orang papua sejak hak kami dan kemerdekaan yang telah di perkosa setelah 18 hari  Papua telah merdeka, 19 desember 1961 (TRIKORA).

“Ibu-Ibu dan putri-putri kami di perkosa, bapa-bapa dan pria-pria kami di bunuh pelakunya adalah militer Indonesia.” Ucap Selly Mote saat orasi. Dan Aris wanimbo mengatakan, “Tak ada nilai kehidupan diatas tanah Papua dan bagi orang Papua.” Ucap Wanimbo, Kordinator aksi.

Masa aksi yang berjumlah puluhan orang itu dengan semangat yang berapi-api meneriakan papua merdeka  dan bergantian orasi sampai selesai.

Aksi  yang di mulai pada pukul 09.30 waktu jogja, berjalan dengan lancar hingga selesai pada pukul 10.00 waktu jojga, dengan dibacakan pernyataan sikap oleh Mikael Pigai, Kordinator Umum aksi. (Baca Pernyataan sikap disini.)  (Jhe_G/AMP)

Post a Comment

Powered by Blogger.