Halloween party ideas 2015

Pada aksi Fron Rakyat Indonesia untuk West Papua [FRI-West Papua] dan Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] di beberapa kota di Indonesia maupun di West Papua di Jayapura dalam tutup Freeport dan tuntut hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat, AMP Komite Kota Semarang-Salatiga melakukan aksi demo di kota Semarang.

Aksi dimulai pukul 9:20 dari Patung Kuda Universitas Diponegoro Peleburan, dipimpin oleh Janu Adii masa aksi bergerak  menuju rute aksi sesuai dengan surat pemberitahuan di Polrestabes Semarang dari jalan Pahlawan, Bundaran Simpang Lima dan kembali ke Patung Kuda Undip namun di saat baru masa aksi bergerak dihadang oleh pihak kepolisian Polrestabes Semarang pada pukul 9 : 35 masa aksi AMP menanyakan alasan penghadangan namun pihak kepolisian bersikeras dan menyuruh masa aksi untuk kembali ke titik kumpul terjadi adu mulut dan sekitar 10 menit kemudiaan pihak belasan Aparat melakukan pemukulan kepada masa aksi, sehingga sempat terjadi keos dan pihak kepolisian mendorong beberapa masa masuk ke dalam mobil Sabhara memaksa masa aksi untuk naik ke dalam truk tetapi ditolak. Kepolisian melakukan pemukulan kepada salah satu kawan bernama Yuli Gobai di kepala sehingga kepalanya berdara. Dan masa aksi kembali ke titik kumpul aksi sambil menyampaikan orasi-orasi dan yel-yel Imperialisme hancurkan! Kolonialisme lawan! Militerisme hapuskan!.

Pemukulan dilakukan oleh kepolisian  Polretabes Semarang
Setelah kembali ke titik kumpul dilakukan orasi-orasi secara bergantian menuntut Freeport ditutup dan berikan hak penentuan nasib sendiri  sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua. Dalam setiap orasi masa aksi menyampaikan Freeport adalah awal penajajahan dan pemusnahan rakyat bangsa Papua. Dalam perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda yang menghasilkan New York Agreement ( 15 Agustus 1962), rakyat dan bangsa West Papua tidak dilibatkan. Padahal, bangsa West Papua sudah memproklamasikan kemerdekaannya pada 1 Desember 1961. 

Rakyat dan Bangsa West Papua sudah terlalu lama dirampok. Mengangkat isu “Nasionalisasi Freeport” sama dengan membiarkan perampokan terjadi  terus menerus terhadap rakyat dan bangsa West Papua.

Sesampai di titik kumpul awal, Koorlap Iche You membacakan pernyataan sikap, jalan terbaik untuk mengatasi kisruh persoalan Freeport vs Pemerintah Indonesia menurut kami, antara lain:


1.       Usir dan Tutup Freeport
2.      Audit kekayaan dan kembalikan Freeport dan serta berikan pesagon untuk buruh
3.      Audit cadangan tambang dan kerusakan lingkungan
4.      Tarik TNI/Polri Organik dan Non organik dari tanah papua
5.      Berikan hak menentukan nasib sendiri solusi demokratik bagi bangsa west papua
6.      Usut, tangkap,adili dan penjarakan pelanggaran HAM selama keberadaan Freeport di Papua
7. Biarkan rakyat dan bangsa West Papua menentukan masa depan pertambangan Freeport di Tanah West papua

8.      Freeport wajib merehabilitasi lingkungan akibat ekspotasi tambang

Jam 11:10 bubar



(Ney Sobolim)

Post a Comment

Powered by Blogger.