Halloween party ideas 2015

Ilustrasi gambar manusia Papua. Sumber : nobodycorp.org

Oleh: Ignasius Mahendra*

Sekitar setengah abad rakyat Papua Barat terus berada dalam dibawah penindasan. Menjadi jarahan dari kekuatan Imperialis yang digardai oleh militerisme dan kelas borjuis Indonesia. Penjajahan itu terus berlanjut bahkan ketika demokrasi terbuka dan kediktaktoran militer Soeharto berhasil digulingkan tahun 1998. Sekarangpun di bawah Rejim Jokowi-JK, yang dahulu digembar-gemborkan oleh beberapa kelompok kiri seperti Indoprogress dan PRP sebagai tokoh populis dan kerakyatan, represi terus terjadi. Bahkan skala penangkapan aktivis di bawah Rejim Jokowi-JK adalah yang terbesar paska Reformasi 1998.

Beberapa tahun terakhir ini kita melihat perlawanan rakyat Papua Barat terus membesar menuntut hak menentukan nasib sendiri. Berkembangnya perlawanan tersebut, dialektikanya dengan represi yang terus menerus dilakukan. Mendorong rakyat Papua Barat untuk terus mencari jawaban yang jelas untuk membebaskan rakyat Papua Barat dari penjajahan Imperialisme, militerisme dan kelas borjuis Indonesia.

Jawaban bagi pembebasan sejati rakyat Papua (dan juga rakyat Indonesia) adalah Sosialisme. Kita tidak boleh lepas dari pandangan bahwa kemenangan perjuangan untuk hak menentukan nasib sendiri bukanlah tujuan akhir. Namun itu akan membuka jalan bagi pembangunan sosialisme.

Hal itu akan dimungkinkan jika kita memahami bahwa persatuan dan solidaritas kelas buruh dan rakyat Indonesia dan Papua yang akan menjadi kekuatan untuk memenangkannya. Kelas borjuis ataupun elit-elit politik Indonesia maupun Papua gemar berbicara mengenai demokrasi. Namun mereka dengan represi dan tipu daya berusaha melemahkan tuntutan hak menentukan nasib sendiri. Mereka akan berbicara mengenai demokrasi, kemerdekaan ataupun persatuan dan kesatuan. Namun mereka meningkatkan penangkapan aktivis Papua Barat. Merepresi tuntutan hak menentukan nasib sendiri. Dan mempertahankan penjajahan atas Papua Barat.


Kita harus ingat bahwa kelas buruh dan rakyat Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk menjajah rakyat Papua Barat. Yang diuntungkan dari penjajahan terhadap Papua Barat adalah Imperialisme, militerisme serta kelas borjuis Indonesia. Perjuangan tersebut hanya akan semakin kuat ketika solidaritas sesama kelas buruh dan rakyat tertindas dapat dibangun. Karena musuh dari kelas buruh dan rakyat Indonesia maupun Papua adalah sama yaitu Imperialisme, militerisme dan kelas borjuis. 

Penulis adalah Aktivis Pro Demokrasi, juga kontributor di www.arahjuang.com
___________
Tulisan ini pertama diterbitkan di Koran Kejora, Edisi I, Maret, 27-2017

Post a Comment

Powered by Blogger.