Halloween party ideas 2015

Foto Kamerad alm. Wilson Yopy Nawipa. Sumber: akun Fesbuk pribadinya

Keluarga besar Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] sangat belasungkawa atas berpulangnya kamerad Wilson Nawipa, Ketua AMP Komite Kota Malang, pada hari Senin, 04 September 2017, dari Paniai, West Papua. Sekali lagi, AMP sangat turut berduka kepada Ibu dan Ayah Wilson, Adik, kaka, serta semua keluarga besar Nawipa dan Rakyat Papua, atas berpulangnya seorang Pelopor gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat, di sayap Pergerakan Mahasiswa.

Kamerad Wilson Nawipa meninggal karena sakit. Menurut data yang diperoleh dari keluarga Wilson, sejak awal bulan Agustus 2017, Ia mulai mengalami Sakit yang semakin hari makin memparah. Selama satu minggu mulai sakit dan buang-buang air. Atas kondisi itu, keluarganya membawa Wilson ke Nabire untuk pengobatan. Disana selama dua minggu Ia di dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Sriwini, Kota Nabire, West Papua.

Akhir bulan Agustus Ia dibawa kembali ke Paniai. Di Paniai, sakitnya belum pulih; dan makin parah sehingga seminggu Ia dirawat di RSUD Madi, Paniai, namun tak ada perubahan membaik yang terlihat. Sehingga, untuk mencari Indikasi lain sumber sebab sakit, keluarga memutuskan untuk membawa pulang ke rumah keluarga di kampung Kogekotu, Paniai. Pasca seminggu dirawat dirumahnya, dengan pengobatan tradisional, tak pula tertolong. Tepat pada tanggal 04 September 2017, pukul 17:30 wip, pemuda pemberani itu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah keluarga.

Biografi Kamerad Wilson Nawipa

kepribadian yang tenang dan pembawaan yang ramah; murah senyum dan mudah sapa kepada siapa saja yang dijumpainya;  tampil sederhana dan selalu kalem; dan hidup yang keras terus meperkokoh tekad yang kuat sehingga apa saja nekad untuk mencobanya. Itu lah Wilson yang dikenal oleh kawan-kawannya di Kota Malang.

Wilson Yopy Nawipa adalah anak ketika dari dua belas beradik-kakak. Atas anugerah oleh Bapak Yesaya Nawipa dan Ibu Pekei, Wilson lahir pada 20 November  1994 di Kota Paniai. Wilson tumbuh-berkembang dilingkungannya, bersama Keluarganya, di Paniai. Ia banyak menghabiskan waktu dengan aktifitas bermain bersama teman-teman seumurannya di Danau Paniai. Hingga tahun 2009—Tamat Sekolah Menengah Pertama. Sejak tahun itu, Ia berpisah dari Keluarga dan teman-temannya, berangkat ke Kota Nabire untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Sekolah Menengah Atas Yayasan Pendidikan Islam (SMA YAPIS) Nabire adalah tempat Ia berproses semakin dewasa, belajar Mandiri, memulai hidup yang baru: tidak bersama Keluarganya seperti 15 tahun sebelumnya. Tahun 2012, Wilson lulus SMA diantara ratusan Siswa lainnya. Tahun (kelulusan) itu pula Ia melanjutkan Jenjang Pendidikan berikutnya di Kota Malang, di Universitas Merdeka (UNMER) Malang.

Selama Proses Perkuliahan, Ia pun aktif di Organisasi Mahasiswa, Selain Organisasi Kampus, aktif di Ikatan Pelajar  dan Mahasiswa Papua Paniyai Raya Malang, sekaligus menjawab sebagai Pengawas (2016-awal 2017); dan menjabat sebagai Ketua Komite Kota AMP (2015-2017). Dalam Kesibukan Organisasi itu, Wilson menamatkan Perkuliahannya pada 2017 dengan gelar S.Ak (Sajana Akuntan).

Perkenalan dan bersentuhan, Wilson Nawipa, dalam Pergerakan Pembebasan Bangsa Papua Barat, khususnya di Gerakan AMP, sangat mengagumkan atas karya-karyanya, Semangat dan Patriotismenya, serta keberanian dan keteguhannya sejak awal pembangunan gerakan AMP di Kota Malang. Dia adalah sosok Pelopor Pemuda-pejuang yang secara mentalitas secara induvidu dan jiwa kepeloporannya terbangun  dalam semangat perlawanan dan kolektif dalam membangun sebuah gerakan, setelah AMP Malang mengalami levakuman selama beberapa tahun.

Peran Wilson Nawipa dalam gerakan Mahasiswa: Jejak AMP Setelah Eksodus 2009

Setelah terbentuknya AMP di tahun 1998 di Jakarta, Kemudian atas kerja pengorganisiran Mahasiswa Papua seraya perlebar AMP di Sejawa dan Bali, AMP Malang pun terbentuk sejalan pembangunan Gerakan Mahasiswa Papua yang berorientasi pada Pembebasan Nasional Papua Barat—AMP. Hingga pada tahun 2009 pergerakan AMP di Malang, atmosfir Perlawanan mengalami kemunduran hingga mati akibat Mahasiswa Papua di seluruh Indonesia (kecuali di Papua) Eksodus ke Papua pada tahun 2009. Mengalami demoralisasi yang sangat serius pasca itu.

Sejak sebelum terjadi Eksodus dan mengalami kevakuman, AMP Malang dipelopori oleh kamerad Ogram Wanimbo dan kawan-kawannya—merupakan Kepemimpinan trakhir sebelum eksodus. Kondisi kevakuman itu berjalan, khususnya di Malang, hingga tahun 2014/15 pertengahan.

Setelah eksodus, tahun 2009-2010; 2011-2013 beberapa kamerad kembali membangun pergerakan AMP di Jawa dan Bali. Mereka, diantaranya: Rinto Kogoya mengisi di kepemimpinan Komite Pusat; Roy Karoba dan Andi Gobai mengisi Kepemimpinan Komite Kota AMP Yogyakarta, bersama Yusup Kosay, Aris Yeimo, Amanuel Gobai, Fransiscus Hisage, Golo Walela, dan beberapa kawan lainnya. Pergerakan mulai dibangun dari Yogyakarta. Kemudian, berjalannya waktu, Rinto dan Kawan-kawannya melanjutkan pembangunan ke kota lain: misalnya Bandung, Surabaya, Jakarta, Bogor, Semarang-salatiga, hingga Malang—AMP Bali dibangun pada massa kepemimpinan Jefri Wenda, setelah vakum.

Hingga tahun 2014/2015, Kondisi Pergerakan Mahasiswa di kota Malang belum membaik. Tahun 2012 Wilson dan kawannya datang dari Papua untuk melanjutnya jenjang pendidikan berikutnya di Pulau Jawa. Laki-laki Alumni Sekolah Menegah Atas Yayasan Pendidikan Islam (SMP YAPIS) itu, melanjutkan kuliah di Universitas Merdeka (UNMER) di Kota Malang. Disela aktivitas perkuliahannya, Ia Juga aktif dalam Pergerakan AMP di kota Surabaya: datang dari Malang, sering ikut terlibat dalam setiap aksi massa di Surabaya—Saat itu AMP Surabaya di Pelopori oleh Seorang Perempuan, kamerad alm. Fransina Agapa (2012-2013) dan dilanjutnya oleh alm. Yanto Togotly dan Sayur Bingga (2013-2015).

Sejak itu, atas rekomendasi dari AMP Pusat kepada Komite Kota Surabaya untuk mengaktifkan kembali AMP di Malang, Kamerad alm. Wilson Nawipa dan beberapa kawan menjadi pelopor dalam pengorganisiran Mahasiswa Papua Malang hingga terbentuknya struktur. Hingga Juli 2015, Alm. Wilson terpih sebagai Ketua Komite Kota dan bersama Kamerad Yustus sebagai Sekertaris Jendral AMP bersama kawan-kawannya.

Ditengah Kesibukan Aktivitas organisasi, tahun 2017, Ia pun menyelesaikan Studi dengan gelar Sarjana Akuntan (S.Ak) di UNMER Malang. Kemudian, di awal tahun itu pula, atas panggilan Ibu dan Ayahnya, Ia harus kembali ke Papua dan memberikan tanggungjawab organisasi kepada Yustus (sekjen) dan kawannya. Aktivitas pergerakan di Malang tetap di lanjutkan oleh kawan-kawannya.
Belum setahun di Papua, pada bulan September, tepat pada tanggal 4, Ia menutupkan Usiannya (yang sangat masih muda), dari Paniai, Papua.

Wilson Nawipa, sekali lagi, adalah sosok pelopor pergerakan Mahasiswa di Kota Malang. AMP merasakan kehilangan satu Bintang, seorang pejuang, aktivis Self-Determination.

Salam Hormat Untukmu, Kamerad Alm. Wilson Nawipa. Kepergianmu adalah duka kami bersama disini, duka Tanah, Air dan rakyat-Bangsa Papua. Tangisan rakyat, bersama jeritan dan siksaan tanah, air dan bangsa akan mengiringmu kepada sang Pencipta. Sampai ketemu di alam sana, Kamerad. Penghormatan trakhir kami, Keluarga Besar AMP kepadamu.


Senin, 04 September 2017


Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua

Post a Comment

Powered by Blogger.