Halloween party ideas 2015

Photo Gambar ilustrasi oleh Aliansi Mahasiswa Papua
"Penerobosan dan Pendobrakan Pada minggu, 01 July 2018, Aparatus Gabungan Saat Diskusi Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya "
Pada hari, minggu, 01 Juli 2018, Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya melakukan diskusi bersama di Asrama Papua surabaya, dengan TOPIK Nasional Sejawa-Bali yaitu “Momentum Proklamasi Kemerdekaan 47 Tahun West Papua sebagai Hak Dasar Bangsa Papua Barat dari 1 Juli 1971-2018”.

Kronologis  diskusi:

Sekitar pukul 15.20 Wib, beberapa orang aparat gabungan Intelkam Polrestabes  dan TNI Surabaya, yang mengenakan pakaian sipil, sudah mulai terlihat berada di sekitar luar halaman asrama Papua.
Pada pukul 17.15 Wib, kurang lebih berjumlah 15 orang tanpa permisi menerobos masuk pintu gerbang utama asrama Papua.

Pada pukul 17.17 Aparat gabungan tersebut mendobrak masuk pintu aula asrama, yang mana kegiatan diskusi baru akan di mulai.

Secara  membabibuta, pihak aparatus menerobos masuk ruang aula tempat berlangsungnya diskusi, dan kemudian salah satu anggota Intelkam tersebut  mengeluarkan kalimat “periksa-periskas” kepada kawan-kawan-nya. Dan salah satu dari anggota Intelkam polrestabes surabaya, mengambil Copyan materi diskusi dan melihat judul dari materi yang telah disiapkan oleh Pemantik (Step Pigai).

Setelah membaca isi topik diskusi kami, salah satu dari anggota Intelkam tersebut mulai menegaskan dengan kata bahwa “kami melarang Diskusi maupun Aksi yang bersifat menentang negara, dan diskusi ini sudah menentang negara, maka secara tegas kami membubarkan diskusi ini dan tidak usah ada lagi untuk melanjutkan, karena kalian berada didalam negara kesatuan NKRI” tutur anggota intel tersebut.

Spontan adu mulut pun terjadi antara oknum intel tersebut dengan salah satu mahasiswa Papua peserta diskusi hingga situasinya mulai memanas. Yang mana turut terpancing emosi peserta diskusi lainnya sebab intel tersebut mengeluarkan kata-kata kasar berupa cacian dan makian.

Peserta diskusi yang hadir dalam kegiatan juga mendapatkan tekanan oleh gabungan aparat Intelkam Surabaya, untuk tidak melanjutkan diskusi. Ketika ditanyai apa alasan pelarangan tesebut oleh salah satu perseta diskusi, oknum tersebut menjawab bahwa; “Topik diskusi berbau politik perjuangan Papua merdeka”. Tidak hanya itu, oknum dari pihak intelkam juga mengarahkan kami untuk mengantikan topik diskusi yang tidak bersifat menentang negara, katanya. Jika tidak atau masih di ada diskusi-diskusi serupa, maka tidak segan-segan mereka kembali dan membubarkan paksa.
Kurang lebih 15 menit, mereka berada dalam ruangan aula asrama mahasiswa Papua, tempat diskusi berlangsung. Setelah itu, rombongan / kelompok Intelkam polrestabes keluar ke halaman asrama.

Di halaman asrama pun adu mulut masih terjadi, sekitar 8 menit, sebab salah satu anggota AMP atas nama (Step Pigai) Mempertanyakan lagi surat Perintah opersi yang dikeluarkan dari kesatuan kepolisian polrestabes, namun jawaban dari salah satu oknum aparat intelkam tersebut, katanya “Kami (intel) bertindak sudah sesuai prosedur, yaitu : Pertama Penggeledahan, Kedua Penangkapan dan yang ketiga pemeriksaan”, pada hal  tanpa menunjukan surat perintah seperti yang kami minta atau pertanyakan. Sebelum  akhirnya mereka keluar dari halaman asrama Papua,

Pada pukul jam 17.40 Wib akhirnya rombongan atau kelompok aparat Intelkam Surabaya keluar dari halaman asrama Papua.

Kurang Lebih 4 jam, kelompok / rombongan gabungan aparat intelkam Polrestabes surabaya dan TNI, masih memantau dari luar halaman asrama Papua. hingga sekitar 20.40 kondisi luar akhirnya mulai stabil kembali.

Lampiran Photo:


Post a Comment

Powered by Blogger.